Dalam Semalam Dua Kasus Gantung Diri Terjadi di Purbalingga
Dua kasus bunuh diri terjadi dalam semalam di dua lokasi berbeda wilayah Kabupaten Purbalingga, Rabu (11/9/2019) malam.
TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Dua kasus bunuh diri terjadi dalam semalam di dua lokasi berbeda wilayah Kabupaten Purbalingga, Rabu (11/9/2019) malam.
Dari dua kasus yang terjadi, keduanya dilakukan dengan cara gantung diri.
Peristiwa bunuh diri yang pertama terjadi di Desa Tlagayasa RT 3 RW 6,Kecamatan Bobotsari, Purbalingga.
• Wawancara Eksklusif Gus Yaqut Ketua Umum GP Ansor: Eks HTI Mencoba Memukul Balik
• Masjid Kapal Pesiar : Destinasi Baru di Kota Semarang, Foto di Atas Bukit yang Instagramable
• Siapa Wanita Satu-satunya Yang Tewas Kecelakaan Nganjuk-Madiun, Ternyata Siswi SMKN di Ponorogo
• Bolos Massal Ingin Wisata ke Borobudur, 71 Pelajar Bogor Ditangkap Polisi di Banyumas
Korban tewas akibat gantung diri bernama Karin (45) warga desa setempat.
Korban pertama kali ditemukan oleh Ainun Robiansah (15) yang merupakan anak laki - laki korban.
Kapolsek Bobotsari AKP Ridju Isdiyanto mengatakan berdasarkan keterangan anaknya, bahwa sekitar pukul 19.30 WIB, korban masih berada di rumah sedang menonton televisi.
Saat itu, anaknya berpamitan kepada korban untuk pergi ke rumah neneknya yang tidak jauh dari rumah.
"Selang 15 menit, Ainun pulang dan melihat ayahnya sudah dalam keadaan tergantung di ruang tengah, menggunakan tali yang terbuat dari plastik.
Anak korban kemudian berteriak meminta tolong hingga warga lain berdatangan.
Selanjutnya warga melaporkan kejadian ke Polsek Bobotsari,” kata kapolsek.
Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis dari Puskesmas Bobotsari diperoleh keterangan bahwa di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.
Di tubuh korban ditemukan ciri khas bunuh diri seperti kemaluan korban mengeluarkan air mani dan lidah menjulur.
Kapolsek menambahkan, tidak diketahui secara pasti penyebab korban bunuh diri.
Karena berdasarkan keterangan keluarganya, korban tidak pernah mengeluh mempunyai penyakit kronis.
Hanya saja korban pernah mengeluh mengenai keadaan ekonomi di keluarganya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/korban-bunuh-diri-purbalingga.jpg)