Jumat, 12 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dalam Semalam Dua Kasus Gantung Diri Terjadi di Purbalingga

Dua kasus bunuh diri terjadi dalam semalam di dua lokasi berbeda wilayah Kabupaten Purbalingga, Rabu (11/9/2019) malam.

Tayang:
Humas Polres Purbalingga
Korban Bunuh Diri Purbalingga 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Dua kasus bunuh diri terjadi dalam semalam di dua lokasi berbeda wilayah Kabupaten Purbalingga, Rabu (11/9/2019) malam.

Dari dua kasus yang terjadi, keduanya dilakukan dengan cara gantung diri.

Peristiwa bunuh diri yang pertama terjadi di Desa Tlagayasa RT 3 RW 6,Kecamatan Bobotsari, Purbalingga.

Wawancara Eksklusif Gus Yaqut Ketua Umum GP Ansor: Eks HTI Mencoba Memukul Balik

Masjid Kapal Pesiar : Destinasi Baru di Kota Semarang, Foto di Atas Bukit yang Instagramable

Siapa Wanita Satu-satunya Yang Tewas Kecelakaan Nganjuk-Madiun, Ternyata Siswi SMKN di Ponorogo

Bolos Massal Ingin Wisata ke Borobudur, 71 Pelajar Bogor Ditangkap Polisi di Banyumas

Korban tewas akibat gantung diri bernama Karin (45) warga desa setempat.

Korban pertama kali ditemukan oleh Ainun Robiansah (15) yang merupakan anak laki - laki korban.

Kapolsek Bobotsari AKP Ridju Isdiyanto mengatakan berdasarkan keterangan anaknya, bahwa sekitar pukul 19.30 WIB, korban masih berada di rumah sedang menonton televisi.

Saat itu, anaknya berpamitan kepada korban untuk pergi ke rumah neneknya yang tidak jauh dari rumah.

"Selang 15 menit, Ainun pulang dan melihat ayahnya sudah dalam keadaan tergantung di ruang tengah, menggunakan tali yang terbuat dari plastik.

Anak korban kemudian berteriak meminta tolong hingga warga lain berdatangan.

Selanjutnya warga melaporkan kejadian ke Polsek Bobotsari,” kata kapolsek.

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis dari Puskesmas Bobotsari diperoleh keterangan bahwa di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

Di tubuh korban ditemukan ciri khas bunuh diri seperti kemaluan korban mengeluarkan air mani dan lidah menjulur.

Kapolsek menambahkan, tidak diketahui secara pasti penyebab korban bunuh diri.

Karena berdasarkan keterangan keluarganya, korban tidak pernah mengeluh mempunyai penyakit kronis.

Hanya saja korban pernah mengeluh mengenai keadaan ekonomi di keluarganya.

Peristiwa bunuh diri yang kedua terjadi di Desa Tunjungmuli Kecamatan Karangmoncol Purbalingga.

Korban diketahui bernama Nur Amin (59) warga Desa Tunjungmuli RT 11 RW 14, Kecamatan Karangmoncol, Purbalingga.

Kapolsek Karangmoncol Iptu Wartono menjelaskan sebelum kejadian korban meninggalkan rumahnya sekitar pukul 12.00 WIB.

Karena sampai malam tidak kunjung pulang, keluarga mencari korban di sejumlah tempat.

Di antaranya di sawah dan kebun namun tidak ditemukan.

"Korban ditemukan sekitar pukul 21.00 WIB dalam kondisi gantung diri menggunakan kain korden di rumah kosong milik anaknya.

Peristiwa gantung diri kemudian dilaporkan ke Polsek Karangmoncol," katanya.

Dari hasil pemeriksaan Inafis Polres Purbalingga dan petugas medis Puskesmas Karangmoncol tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban.

Pada tubuh korban ditemukan tanda-tanda khas bunuh diri.

"Usai dilakukan pemeriksaan, selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," jelasnya. (*)

Cerita Budhi Martono 6 Tahun Pakai Mobil Pikap Esemka Bima, Kini Mencapai 300 Ribu Kilometer

Video Santuy, Saat Razia Emak emak Nyanyi Lagu Rhoma Irama

Haris Azhar: Usut Dugaan Pertemuan Irjen Firli Bahuri dengan TGB Zainul Majdi

Sopir Truk Asal Tegal Tewas Ditabrak Pelaku Pencurian Ban di Tol Jakarta-Merak

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved