Alzheimers Indonesia Ajak Masyarakat Hapus Stigma Negatif Demensia
lzheimer’s Indonesia (ALZI) mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan di Bulan Alzheimer Sedunia (World Alzheimer’s Month)
Penulis: Ines Ferdiana Puspitari | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG – Alzheimer’s Indonesia (ALZI) mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan di Bulan Alzheimer Sedunia (World Alzheimer’s Month) yang dirayakan setiap September secara serempak di 100 negara.
Dengan tema Let’s Talk About Dementia, ALZI mengajak setiap anggota masyarakat untuk berkontribusi dalam upaya pencegahan dan pengendalian demensia di Indonesia.
Di Indonesia kegiatan bulan Alzheimer Dunia ini terlaksana di 15 kota di Indonesia dan 3 negara di luar Indonesia diantaranya di: Bandung, Bali, Bogor, Bekasi, Bengkalis, Depok, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Malang, Manado, Medan, Salatiga, Surabaya, Solo, Semarang dan di luar Indonesia di Belanda (Groningen, Denhaag), Qatar (Doha), USA (San Francisco).
Direktur Eksekutif Alzheimer’s Indonesia, Patricia Tumbelaka, menjelaskan demensia adalah penurunan fungsi otak yang memengaruhi daya ingat, emosi, pengambilan keputusan dan fungsi otak lainnya.
Di Indonesia sendiri, masih banyak ditemukan keterlambatan deteksi orang dengan demensia (ODD) karena merasa malu untuk memeriksakan diri ke layanan kesehatan yang disebabkan berkembangnya mitos dan stigma negatif.
Saat ini diperkirakan jumlah orang dengan demensia (ODD) telah mencapai 1,2 juta orang pada 2019 ini. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah hingga 4 juta orang di tahun 2050 dan akan memberi beban ekonomi senilai lebih dari USD2,2 miliar.
“Pemahaman masyarakat dan pemangku kepentingan terkait demensia perlu ditingkatkan. Untuk itu, World Alzheimer’s Month di September ini kami mengedepankan dialog dengan tema Let’s Talk About Dementia untuk menggugah keingintahuan masyarakat tentang demensia serta mengakhiri mitos dan stigma negatif terkait demensia. Kami berharap berbagai kegiatan dalam World Alzheimer’s Month akan mendorong lebih banyak orang untuk segera melakukan atau menyarankan diagnosis dan deteksi dini jika gejala demensia muncul pada orang terdekat mereka. Hal ini memungkinkan para pekerja medis untuk melakukan tindakan segera untuk memperlambat perkembangan demensia, sehingga menjaga mutu kehidupan ODD,” kata Patricia Tumbelaka.
Perayaan Bulan Alzheimer’s Dunia di Indonesia mendapatkan dukungan dari Kementerian Kesehatan RI. Menteri Kesehatan RI, Nina F. Moeloek, menjelaskan pemerintah ingin menghapus stigma negatif mengenai demensia dan pesan kuncinya adalah cegah demensia melalui program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga.
Menteri Kesehatan berharap, masyarakat Indonesia dapat memanfaatkan Bulan Alzheimer’s Dunia untuk mendapatkan informasi lengkap tentang demensia, serta membantu pemerintah untuk proaktif menyebarkan informasi tentang demensia dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat, dan perlahan menghapus stigma negatif.
“Kami mengapresiasi upaya konsisten dari Alzheimer’s Indonesia untuk mengomunikasikan bahwa demensia bisa terjadi pada siapa saja, tindakan pencegahan bisa dilakukan melalui program Indonesia Sehat Alzheimer’s Indonesia dengan pendekatan keluarga,” lanjutnya.
Pada perayaan Bulan Alzheimer sedunia tahun ini, masyarakat Semarang mendapatkan kesempatan untuk mengetahui cara sekaligus keterampilan untuk menekan risiko demensia, dengan mengikuti serangkaian acara seperti:
Jalan sehat dan piknik lintas generasi di Taman Kota Lama : kerjasama Alzi Semarang bersama Festival Kota Lama pada 15 September 2019
Sosialisasi Umum Dimensia : diadakan di Gereja blenduk dikawasan Kota Lama Semarang
Selain poco-poco olah raga juga merupakan cara untuk menurunkan risiko demensia, sekaligus menjaga kesehatan ODD. Untuk mendorong olah raga secara rutin ALZI juga mengajak masyarakat untuk mengikuti virtual run lintas generasi yang didukung oleh Cause dan BCA pada tanggal 15 hingga 30 September 2019.
Peserta bisa berlari atau berjalan di mana pun bersama orang tua/ayah/kakek/nenek dan lainnya sehingga secara bertahap mencapai 21,9 km atau 150 menit, dengan saran untuk dilakukan secara berkala setiap minggu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bulan-alzheimer-sedunia-2019.jpg)