Ini Kesalahan Mendasar Para Pengguna Mobil BMW dalam Berkendara
BMW adalah produsen mobil asal Jerman yang banyak peminatnya di Indonesia.
Penulis: muh radlis | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - BMW adalah produsen mobil asal Jerman yang banyak peminatnya di Indonesia.
Merk tersebut bahkan tergolong mobil kelas menengah ke atas lantaran harga yang tak murah dan fitur serta kecanggihan yang disematkan dalam setiap unitnya.
Namun masih banyak pengguna mobil BMW yang kerap melakukan kesalahan dalam mengendarai mobil tersebut.
Hal itu diungkap
Gerry Nasution, Sertifite BMW Driver Instructor di acara Fahrer Vision 2019 oleh BMW bekerjasama dengan BMW CCI Semarang Chapter.
Gerry menyebut, kesalahan dasar dalam mengemudi akan berefek pada keselamatan dalam berkendara.
Menurutnya, ada 5 kesalahan dasar pengguna BMW yang kerap ditemui.
"Satu hal yang paling mendasar adalah posisi duduk. Dari posisi duduk saja, ada 5 hal yang paling sering salah oleh pengemudi," ujar Gerry di sela kegiatan, kemarin.
Dalam berkendara, kata Gerry, ketinggian duduk harus berada pada posisi maksimal.
Itu berguna untuk pandangan pengemudi saat menyetir.
"Kadang ada yang gaya gayaan kursinya dipendekin, padahal itu bahaya.
Pandangan tidak bisa luas karena tertahan oleh dashboard," katanya.
Posisi maju mundur kursi juga harus diperhatikan.
Jangan terlalu jauh atau terlalu dekat.
Selanjutnya adalah posisi sandaran kursi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/fahrer.jpg)