Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kepala BKKBN Pusat Kunjungi Sragen, Sebut Sragen Patut Jadi Percontohan KB

Dirinya juga mengatakan angka pernikahan dan perceraian di Kabupaten Sragen sangat memprihatinkan

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Mahfira Putri Maulani
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo kunjungan kerja di Puskesmas Sambungmacan II Selasa (17/9/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo kunjungan kerja di Puskesmas Sambungmacan II Sragen, Selasa (17/9/2019).

Kunjungan tersebut  dalam rangka meninjau pelayanan KB di wilayah perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur.

Kepala BKKBN, Bupati Sragen beserta rombongan setelah meninjau Puskesmas Sambungmacan disambut dengan lagu dangdut "Tinggal Rabi" yang diaransemen menjadi lagu KB.

Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) se-Kecamatan Sragen serta PLKB dari perbatasan Jawa Timur juga hadir dalam kunker tersebut.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan Pasangan Usia Subur (PUS) di Kabupaten Sragen hingga Agustus sebanyak 179.095 sedangkan peserta KB 133.997.

Dirinya juga mengatakan angka pernikahan dan perceraian di Kabupaten Sragen sangat memprihatinkan.

"Hari ini sebanyak 200 pasang susuk dan IUD akan dilayani di Puskesmas Sambungmacan," kata Yuni.

Sementara itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan capaian KB di Kabupaten Sragen aktif.

Dirinya juga mengatakan ditekannya KB diharapkan dapat mengendalikan pertumbuhan rakyat di Indonesia menjadi seimbang.

Menurutnya jarak kehamilan yang terlalu dekat memicu terjadinya stunting dan gangguan mental emosional.

Riset kesehatan dasar 2018 menyebutkan, angka stanting dan autisme kebanyakan terjadi pada anak nomor dua.

"Sebanyak delapan dari 100 orang yang lahir mengalami gangguan emosional seperti klepto, megalomania atau yang merasa dirinya paling hebat," terang dia.

Dirinya juga mengatakan jarak kehamilan yang baik ialah 33 bulan atau dua tahun sembilan bulan.

"Pembangunan keluarga sangat penting agar harmonis dan bahagia. Pernikahan dini dan hamil diluar nikah juga bisa menimbulkan disharmoni dalam keluarga," terang dia.

Dirinya juga mengatakan di Kabupaten Sragen angka TFR 2,0 dan melebihi target Nasional yang mencapai 2,1.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved