Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sumur Bor di Krendowahono Gondangrejo Karanganyar, Keluarkan Air Asin

Adapun pengeboran sumur, bantuan dari Baznas Karanganyar tersebut telah dilakukan sejak bulan lalu

Tayang:
Penulis: Agus Iswadi | Editor: muslimah
ISTIMEWA
Proses pembuatan sumur bor di Desa Krendowahono Kecamatan Gondangrejo Karanganyar. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Bantuan sumur bor yang saat ini dalam proses pembuatan guna membantu krisis air bersih di Dukuh Dukuh RT6/1 Desa Krendowahono Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar, mengeluarkan air asin.

Diberitakan Tribunjateng.com sebelumnya, dikarenakan sumur bor bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPURP) Karanganyar di Desa Krendowahono mengalami kerusakan, pihak Pemerintahan Desa mengajukan permohonan bantuan pembuatan sumur bor di wilayah Dukuh Dukuh Desa Krendowahono.

Adapun pengeboran sumur, bantuan dari Baznas Karanganyar tersebut telah dilakukan sejak bulan lalu.

Dikarenakan faktor geografis dan teknis, pengeboran harus berpindah tempat dan dilakukan di titik kedua yang jaraknya sekitar 3 meter dari titik pertama.

Lebih lanjut, pengeboran di titik kedua telah dilakukan sejak Kamis (12/9/2019).

"Pengeboran sudah selesai, kedalaman sekitar 125 meter.

Kemarin dicoba disedot pukul 13.00 sampai maghrib, terus dimatikan. Kemudian dihidupkan lagi sampai pukul 24.00 malam.

Mau dilanjutkan mesin rusak.

Air yang keluar asin," kata Kades Krendowahono, Syarif Hidayat saat dihubungi Tribunjateng.com, Rabu (18/9/2019).

Ia mengatakan, sampai saat ini proses penyedotan terpaksa berhenti karena mesin yang digunakan rusak.

"Kemungkinan dibelikan baru, kalau diperbaiki waktunya lama.

Fokus ke pengurasan, supaya kandungan air paling bawah bisa naik ke atas.

Rencananya warga, mesin pompa yang lama dialihkan untuk pengairan sawah," terangnya.

Syarif mengungkapkan, anggaran bantuan pembuatan sumur bor dari Baznas sebesar Rp 80 juta.

Akan tetapi dari uang tersebut sudah digunakan untuk pengeboran, pembelian pipa, mesin pompa dan lain-lain sebesar Rp 28 juta.

"Kemungkinan terburuk pindah tempat lagi apabila air yang keluar tidak layak konsumsi. Memaksimalkan anggaran dari bantuan Baznas," tuturnya.

Sampai saat ini masih dilakukan pengecekan kenapa air yang keluar rasanya asin.

Perlu diketahui sebelumnya, guna memenuhi kebutuhan air sehari-hari, warga setempat memanfaatkan bantuan air bersih dari beberapa pihak sudah sebulan lamanya.(Ais)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved