Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kemarau Panjang, Warga Binaan Kedungpane Semarang Laksanakan Sholat Istisqa

Sholat Istisqa, digelar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kedungpane, Semarang, untuk meminta diturunkannya hujan

Tayang:
Penulis: hesty imaniar | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Hesty Imaniar
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas 1 Kedungpane, Semarang, Kamis (19/9/2019) menggelar sholat istisqa, untuk meminta hujan, di musim kemarau yang cukup panjang, di lingkungan Lapas Kedungpane Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas I Kedungpane Semarang, mengikuti Sholat Istisqa, di lapangan serba guna Lapas Semarang, Kamis (19/9/2019).

Sholat istisqo digelar pada pagi hari, dan diikuti oleh pegawai lapas dan perwakilan 300 WBP.

Kepala Lapas Semarang, Dadi Mulyadi, mengatakan, dilaksanakannya sholat istisqa ini karena musim kemarau sudah berlangsung cukup panjang dan dibutuhkannya hujan, untuk keperluan kehidupan sehari-hari di masyarakat.

"Apalagi banyak daerah yang kekeringan, sehingga dengan ini kami berharap akan segera turun hujan," katanya.

Sementara itu, disampaikan, K Abdul Hamid selaku imam dan khotib pada sholat tersebut, bahwa hari sebelum salat Istisqa dilaksanakan terlebih dahulu agar berpuasa dan bertaubat meninggalkan segala bentuk kemaksiatan serta kembali beribadah.

"Segala tindakan dan perbuatan yang zalim ditinggalkan, dan  mengusahakan perdamaian bila terdapat konflik. Salat istisqa sendiri, dilaksanakan dalam dua rakaat kemudian setelah itu diikuti oleh khutbah dua kali oleh seorang khatib," jelas Abdul Hamid.

Lebih lanjut, katanya, khutbah salat istisqa memiliki ciri dan ketentuan tersendiri antara lain, khatib disunahkan memakai selendang, pada khutbah pertama hendaknya membaca istigfar 9 kali, sedangkan pada khutbah kedua 7 kali.

Pada khutbah, berisi anjuran untuk beristighfar atau memohon ampun dan merendahkan diri kepada Allah serta berkeyakinan bahwa permintaan akan dikabulkan Tuhan.

"Dan pada khutbah kedua, khatib berpaling ke arah kiblat atau membelakangi makmum dan berdoa bersama-sama, saat berdoa hendaknya mengangkat tangan tinggi-tinggi. Hal itu, untuk meminta apa yang jadi pengharapan, yakni hujan," ungkapnya.

Sementara itu, diungkapkan oleh salah satu WBP yang enggan disebutkan namanya, mengaku senang dengan kegiatan tersebut.

Apalagi, disebutkan WBP asal Semarang tersebut, banyak daerah yang kekeringan, sehingga penting kiranya dapat melaksanakan sholat ini.

"Semoga dengan taubatnya kami, dan kegiatan ini, bisa segera turun hujan, diberbagai daerah, utamanya di daerah yang kekeringan. Semarang pun, juga panas sekali, sehingga kami harap bisa segera turun hujan," pungkasnya.(hei)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved