Upaya Memberi Edukasi Pola Asuh yang Baik Lewat Sekolah Orangtua Karangturi
Harjanto Halim, Ketua Pengurus Yayasan Sekolah Karangturi mengatakan ide ini diawali karena nyaris semua orangtua tak memiliki edukasi pola asuh yang
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sekolah Nasional Karangturi Semarang kenalkan Sekolah Orangtua Karangturi (SOKA). Lewat SOKA, diharapkan orangtua memiliki kesadaran untuk menerapkan pola asuh yang baik kepada anak mereka.
Harjanto Halim, Ketua Pengurus Yayasan Sekolah Karangturi mengatakan ide ini diawali karena nyaris semua orangtua tak memiliki edukasi pola asuh yang memadai.
Pola asuh yang diterapkan orangtua saat ini hanyalah mencontoh pola asuh yang diterapkan orangtua mereka, saat mereka masih anak-anak.
"Jadi kalau ia dibesarkan dengan cara KDRT, maka pola yang kurang lebih sama akan diterapkan ke anak mereka," paparnya di SD Karangturi, Semarang, Sabtu (21/9/2019) pagi.
Atas dasar itu, maka pihaknya mulai memberikan edukasi terkait pola asuh yang baik kepada orangtua. Terlebih menurut Halim, sebenarnya pemangku kepentingan pendidikan di antaranya anak, guru dan orangtua.
"Namun peran orangtua yang paling tak diperhatikan. Saat ini kita cuma fokus ke bagaimana anak jadi pintar begitu saja," ungkapnya.
Edukasi pola asuh ini menurutnya diberikan secara berjenjang. Bagi orangtua yang memiliki anak usia TK-SD, diajari bagaimana pola asuh terkait pemberian gadget kepada anak, dan lain-lain.
Kemudian untuk orangtua yang memiliki anak usia SMP-SMA, edukasi pola asuh yang diberikan contohnya terkait edukasi seks secara dini, dan pengenalan kepada anak terkait otonomi atas tubuhnya.
Pengenalan SOKA, imbuh Halim, berlangsung sejak Kamis (19/9/2019) hingga Sabtu. Menurutnya program ini jadi program edukasi yang diselenggarakan setiap bulan di sekolah nasional Karangturi.
"Artinya orangtua harus mulai terbuka dengan semuanya," paparnya.
Sasaran edukasi pola asuh ini, menurutnya ialah semua orangtua yang anaknya di usia sekolah. Terutama ayah, karena menurut Halim peran ayah juga sangat sentral dalam perkembangan pola asuh anak.
"Bila yang mendapatkan pendidikan pola asuh di SOKA cuma ibu, sampai di rumah didebat ayahnya tentang pola asuh, selesai sudah."
"Tapi jika ayahnya ikut, maka keduanya punya mindset yang sama," terangnya.
Lebih jauh, Halim menilai edukasi pola asuh tersebut punya dampak yang baik untuk tumbuh kembang anak. Contohnya dapat mengurangi anak bermasalah yang mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Karena menurut Halim, anak-anak nakal dan mengganggu temannya dalam kbm, bermasalah di rumah. Dan permasalahan itu datang dari orangtua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ajeng-raviando.jpg)