Gubernur Ganjar Ajak Pendemo Bersihkan Sampah di Semarang
Massa yang melakukan aksi demonstrasi di depan kompleks Kantor Gubernur Jateng dan Gedung DPRD Jateng
Penulis: Jamal A. Nashr | Editor: m nur huda
"Ketika semua ruang sudah saya buka. Saya ingin kita bersama rawat taman depan Gubernuran. Nanti tugas kita masing-masing, kalian sampaikan aspirasi dan kami teruskan kepada pemerintah pusat.
Mau nggak besok pagi kita kembali memperbaiki taman yang rusak dengan bersama. Ini cara kita menyampaikan (aspirasi) yang cerdas," katanya.
Ajakan Ganjar itu terbukti ampuh. Tak usah menunggu keesokan harinya, para pendemo langsung membersihkan lokasi demo sesaat setelah demo usai.
Selasa sore atau pukul 14.30, Jalan Pahlawan sudah bersih seperti sedia kala. Tak ada tanda-tanda ada demo besar di sana.
Saat dihubungi Selasa malam, Ganjar menyampaikan apresiasinya kepada para mahasiswa.
"Terima kasih, demo tadi siang relatif tertib, aspirasi disampaikan dengan kalimat yang baik dan mereka membersihkan sampah.
Bahkan ketika saya sampaikan taman yang rusak akan kita perbaiki bersama mahasiswa, mereka teriak setuju.
Yang luar biasa, ketika saya masuk ke kerumunan dan keluar dari sana, mereka kasih jalan, bahkan beberapa di antara mereka malah minta salaman dan cium tangan,” kata alumni Universitas Gajahmada itu.
Ribuan mahasiswa perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi se-Kota Semarang dan sekitarnya memadati Jalan Pahlawan, depan kantor DPRD Jawa Tengah, Selasa siang.
Memakai jas almamater masing-masing perguruan tinggi, mereka menyuarakan beberapa tuntutan dipimpin seorang koordinator aksi disertai ratusan poster yang bertuliskan berbagai tuntutan.
Sepanjang Jalan Pahlawan Kota Semarang pun dipadati massa.
Tak puas berorasi di atas armada mobil, puluhan mahasiswa nekat menaiki pintu gerbang utama Kantor DPRD Jateng.
Orator dari Mahasiswa Universitas Negeri Semarang, Erlina (22) menyampaikan selain dari mahasiswa, para massa juga terdiri dari berbagai aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kota Semarang.
"Kami bersama di sini untuk menyuarakan apa yang menurut kami tidak adil," jelas Erlin.
Koordinator Aksi dari Aliansi Semarang Raya, Cornelius Gea mengatakan, "Aksi rakyat turun ke jalan lawan oligarki koruptor reformasi" sebagai bentuk seruan kepada DPR dan juga pemerintahan Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gubernur-jateng-ganjar-pranowo-menemui-peserta-aksi-unjuk-rasa.jpg)