Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tukang Ojek di Tegal Ini Patok Tarif 1 Km Rp 60 Ribu, Lihat Apa yang Diangkut

Jasa antar seperti ojek tak melulu berlaku bagi manuasia saja. Contohnya di Kabupaten Tegal, gelondongan kayu hasil ditebang pun bisa diojek.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Indra S (40) berpose saat sedang mengantarkan kayu. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Jasa antar seperti ojek tak melulu berlaku bagi manuasia saja.

Contohnya di Kabupaten Tegal, gelondongan kayu hasil ditebang pun bisa diojek.

Di Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, transpotasi ojek yang mengangkut kayu ini biasanya dikenal sebagai ojek kayu.

Pengemudi ojek kayu ini benar-benar harus bermental baja karena jalur yang ditempuh bisa dikatakan tidak lazim.

Para pengemudi ojek kayu ini biasanya harus menembus jalan-jalan yang berada di hutan belantara.

Mulai melintasi jalan tanah liat hingga bebatuan yang naik turun konturnya pun harus ditempuh.

Jasa ojek kayu ini sudah cukup lama ada di Kabupaten Tegal.

Jasa ojek kayu ini tentu ongkosnya berbeda dengan ojek biasanya.

Dugaan Pungli hingga Rp 70 Juta di Pasar Buah dan Sayur Pemalang, Kepala Pasar Sebut Cuma Dititipkan

AKBP Rudy Cahya Kurniawan Disambut Pedang Pora, Mantan Kapolres Kebumen Beri Kunci Ruang Kerja

Mengenal Komunitas Rumah Kita di Demak, Tak Ingin Disebut Pakai Dana Pemerintah

Nenek Tijah Ditemukan Tewas di Pekarangan Rumah, Diduga Terpanggang Saat Bakar Sampah

Kepada Tribunjateng.com, Indra S (40) berbagi pengalamannya selama tiga tahun terakhir berprofesi sebagai ojek kayu.

Indra menuturkan bahwa ongkos ojek kayu tentu lebih mahal ketimbang ojek biasa yang mengangkut manusia.

Menurut dia, tarif yang dipatok lebih mahal karena sebanding dengan barang angkutan dan jalur tempuhnya.

Untuk menggeluti jasa ini, Indra menggunakan sepeda motor yang bukan dari standar keluaran pabrik.

"Ya, dimodifikasi terlebih dahulu sepeda motornya agar bisa digunakan untuk mengangkut kayu glondongan dengan bermacam ukuran.

tergantung diameter kayunya," ujar Indra, warga Desa Danawarih, Kecamatan Balapulang itu.

Biasanya, dia mendapat tawaran untuk mengangkut kayu dari SMS, Telpon, maupun warga yang langsung datang ke rumahnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved