Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PSIS Semarang Minta Izin Fredyan Telat ke TC Timnas U-23

Pascamenghadapi Perseru Badak Lampung FC, Minggu (29/9) lalu, PSIS Semarang kembali akan menjamu Bali United, di Stadion Moch Subroto, Magelang,

Tayang:
TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL SAPUTRA
Aksi Frendi Saputra saat menghadapi Perseru Badak Lampung FC 

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG -- Pascamenghadapi Perseru Badak Lampung FC, Minggu (29/9) lalu, PSIS Semarang kembali akan menjamu Bali United, di Stadion Moch Subroto, Magelang, Jumat (10/4) mendatang.

Menjelang laga PSIS Semarang vs Bali United ini,  PSIS dipastikan tidak akan diperkuat bek kiri, Frendi Saputra. Pemain asal Lampung tersebut harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.

"Sangat disayangkan saya harus absen melawan Bali karena akumulasi," ungkap Frendi, Senin (30/9).

Frendi mendapat kartu kuning ketiganya pada musim ini dalam laga terakhir, saat memperkuat PSIS menghadapi Badak Lampung.

"Ya saat itu saya cukup emosi karena mendapat sikutan dari lawan. Apalagi pertandingan kemarin merupakan laga emosional bagi saya karena lawan yang dihadapi adalah tim dari tanah kelahiran," kata Frendi.

Dalam laga kontra skuat Serdadu Tridatu, Bali United ini, Frendi berharap, PSIS bisa mengakhiri tren buruk dengan mengalahkan pemuncak klasemen tersebut.

"Cukup sedih karena tim ini sepertinya sangat susah sekali bermain di kandang. Saya berharap tim ini bisa lebih baik," kata Frendi.

Di sisi lain, dalam laga kontra Bali United, PSIS kemungkinan masih tetap akan diperkuat bek sayap, Fredyan Wahyu Sugiantoro.

Sejatinya, pemain asal Sukoharjo tersebut sudah diminta untuk bergabung dalam training centre Tim Nasional (Timnas) U-23, Selasa (1/10) ini.

Pemain yang juga akrab disapa Ucil tersebut masuk dalam daftar 40 pemain yang disiapkan untuk ajang SEA Games 2019, November mendatang, bersama gelandang potensial PSIS, Tegar Infantrie Sukamto.

Namun karena masih dibutuhkan PSIS, Fredyan kemungkinan baru akan bergabung ke TC Timnas seusai laga melawan Bali United.

General Manager PSIS, Wahyu "Liluk" Winarto menjelaskan, pihaknya sedang berkomunikasi dengan Timnas U-23, agar Fredyan Wahyu berangkan belakangan ke TC Timnas.

Hal tersebut tak lepas dari bakal absennya Frendi Saputra dalam laga menghadapi Bali United. Dengan demikian, hanya Tegar Infantrie yang lebih dahulu merapat ke TC Timnas U-23, Selasa ini.

"Berdasarkan surat pemberitahuan dari PSSI, Ucil mulai besok (Selasa-red) dijadwalkan sudah bergabung ke TC Timnas. Namun berhubung kami masih membutuhkan Ucil, kami meminta agar Ucil bisa kami pakai dulu," ucap Liluk. (arl)

Akan Poles Duo Samba Terlebih Dahulu

PELATIH PSIS Semarang, Bambang Nurdiansyah atau Banur, membidik kemenangan dalam pertandingan terdekat PSIS saat menjamu Bali United di Stadion Moch Subroto, Magelang, Jumat (4/10) mendatang.

Dalam dua laga kandang PSIS bersama Banur, saat melawan Persebaya Surabaya dan Perseru Badak Lampung FC, eks-pelatih Cilegon United tersebut belum mampu mempersembahkan kemenangan.

Hal tersebut tentu saja memperpanjang rekor PSIS, yang belum pernah menang di kandang dalam lima laga berturut-turut.

Banur menegaskan, menjelang laga kontra Bali United, sektor finishing menjadi aspek paling penting yang bakal ia benahi, terutama memoles kemampuan duo striker asal Brasil, Claudir Marini Junior dan Bruno Silva, agar lebih tajam di depan gawang lawan.

Dalam dua laga terakhir kontra Kalteng Putra dan Perseru Badak Lampung FC, kedua pemain ini dimainkan selama 90 menit. Namun, tak ada satupun peluang dari kedua pemain tersebut terkonversi menjadi gol.

"Yang pasti finishing di depan mata (menjadi bahan evaluasi--Red). Bagaimana dua striker kami, Bruno dan Marini bisa segera ke performa terbaiknya," kata Banur.

Menurut pelatih berusia 63 tahun tersebut, dua pemain berkepala gundul tersebut masih bermasalah dengan kebugaran sehingga belum mencapai performa terbaiknya.

"Keduanya pemain bagus cuma secara fisik kurang siap. Yang jelas sesulit apa pun saya akan hadapi dan berusaha maksimal. Terus terang, pemain-pemain baru kita ini masuk saat kompetisi sedang berjalan, sementara mereka sebelumnya vakum," ucapnya.

Soal kegagalan PSIS memenangi laga kandang, Banur mengakui, jika situasi sulit tersebut memang harus dilalui. Kendati pasca bermain imbang PSIS kembali naik ke posisi 13 klasemen dari semula di posisi 15, tetap saja PSIS masih rawan kembali mendekati zona degradasi sebab jarak poin di papan bawah klasemen Liga 1 sejauh ini cukup sengit. Bahkan PSIS hanya terpaut dua poin saja dengan klub yang berada di zona degradasi.

Untuk itu, Banur menyebut jika timnya bakal bekerja keras sebaik mungkin. Secara pribadi, dia mematok target, PSIS terhindar dari degradasi pada sisa putaran kedua Liga 1 musim ini.

"Tapi apa yang ditampilkan anak-anak lawan Badak Lampung, kalau mereka konsisten saya yakin akan lebih bagus lagi," ucap Banur. (arl)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved