Senin, 1 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PSIS Semarang

Kena Sanksi FIFA, PSIS Semarang Terancam Tak Bisa Daftarkan Pemain Baru

Manajemen PSIS Semarang memastikan tengah bergerak cepat menyelesaikan sengketa yang berujung pada sanksi larangan pendaftaran pemain dari FIFA.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Franciskus Ariel Setiaputra
PERSIAPAN - COO PSIS Semarang Fariz Julinar (Kanan) didampingi CEO Datu Nova saat wawancara dengan awak media di sela memantau langsung persiapan tim jelang laga kontra Deltras FC di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (16/1/2026). Mahesa Jenar terancam tidak dapat mendaftarkan pemain anyar dalam beberapa periode pendaftaran. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Manajemen PSIS Semarang memastikan tengah bergerak cepat menyelesaikan sengketa yang berujung pada sanksi larangan pendaftaran pemain dari FIFA agar tidak mengganggu persiapan tim menghadapi kompetisi musim depan.

Sikap tersebut disampaikan setelah nama PSIS tercantum dalam daftar sanksi FIFA berupa larangan mendaftarkan pemain baru hingga tiga periode transfer akibat adanya laporan yang masuk ke FIFA pada 28 Mei 2026.

Baca juga: Kahudi Tagih Janji PSIS Semarang, Gaji 2 Bulan dan Kompensasi Belum Dibayar

Chief Operating Officer (COO) PSIS Semarang Fariz Julinar mengakui pihaknya telah mengetahui persoalan tersebut sejak beberapa hari terakhir dan saat ini fokus menyelesaikan akar permasalahannya.

"Untuk masalah FIFA saya sudah mengetahui beberapa hari lalu ya," kata Fariz, Minggu (31/5/2026).

Menurut Fariz, manajemen tidak tinggal diam dan sedang melakukan langkah-langkah penyelesaian terhadap sengketa yang menjadi dasar keluarnya sanksi tersebut.

"Pihak manajemen sedang proses untuk menyelesaikan sengketa yang ada agar ke depan tidak mengganggu kesiapan tim kita untuk mencapai targetnya," ujarnya.

LATIHAN - Pemain PSIS Semarang Gustur Cahyo Putro (rompi orange) dalam latihan di Lapangan POJ City Semarang belum lama ini.
LATIHAN - Pemain PSIS Semarang Gustur Cahyo Putro (rompi orange) dalam latihan di Lapangan POJ City Semarang belum lama ini. Mahesa Jenar terancam tidak dapat mendaftarkan pemain anyar dalam beberapa periode pendaftaran. (TRIBUN JATENG/F ARIEL SETIAPUTRA)

Munculnya sanksi FIFA sempat memunculkan kekhawatiran di kalangan suporter karena berpotensi menghambat aktivitas transfer pemain PSIS menjelang musim kompetisi baru. 

Jika tidak segera dituntaskan, Mahesa Jenar terancam tidak dapat mendaftarkan pemain anyar dalam beberapa periode pendaftaran.

Namun demikian, manajemen menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak berkaitan dengan kewajiban pembayaran hak-hak pemain dan ofisial pada era kepemimpinan saat ini.

Asisten Manajer PSIS Semarang Reza menyebut selama klub berada di bawah kepemimpinan manajemen baru saat ini.

Seluruh hak pemain, pelatih, maupun ofisial telah dipenuhi sesuai ketentuan.

"Kita masih kroscek  karena selama kepemilikan Pak Fariz dan Bu Datu semua pemain, pelatih, dan official selalu mendapatkan hak-haknya," ungkap Reza.

Pihaknya juga masih melakukan penelusuran mengenai identitas pelapor dan pokok permasalahan yang menjadi objek sengketa di FIFA.

Baca juga: Kahudi Wahyu Widodo Bongkar Gaji Eks Analis Tim PSIS Semarang Belum Dibayar Rp 14 Juta

Menurut Reza, laporan tersebut diduga berasal dari pemain yang pernah menjadi bagian PSIS pada periode manajemen sebelumnya.

"Ini kan terkait laporan dari pemain-pemain yang lama. Kita masih proses untuk bisa tahu pelaporan dari siapa dan kasusnya apa," katanya.

Saat ini, manajemen PSIS terus berkoordinasi untuk menyelesaikan sengketa tersebut dengan harapan sanksi dapat dicabut sehingga agenda pembentukan skuad dan persiapan tim menghadapi musim depan dapat berjalan sesuai rencana. (*)
 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved