PSIS Semarang
Kena Sanksi FIFA, PSIS Semarang Terancam Tak Bisa Daftarkan Pemain Baru
Manajemen PSIS Semarang memastikan tengah bergerak cepat menyelesaikan sengketa yang berujung pada sanksi larangan pendaftaran pemain dari FIFA.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Manajemen PSIS Semarang memastikan tengah bergerak cepat menyelesaikan sengketa yang berujung pada sanksi larangan pendaftaran pemain dari FIFA agar tidak mengganggu persiapan tim menghadapi kompetisi musim depan.
Sikap tersebut disampaikan setelah nama PSIS tercantum dalam daftar sanksi FIFA berupa larangan mendaftarkan pemain baru hingga tiga periode transfer akibat adanya laporan yang masuk ke FIFA pada 28 Mei 2026.
Baca juga: Kahudi Tagih Janji PSIS Semarang, Gaji 2 Bulan dan Kompensasi Belum Dibayar
Chief Operating Officer (COO) PSIS Semarang Fariz Julinar mengakui pihaknya telah mengetahui persoalan tersebut sejak beberapa hari terakhir dan saat ini fokus menyelesaikan akar permasalahannya.
"Untuk masalah FIFA saya sudah mengetahui beberapa hari lalu ya," kata Fariz, Minggu (31/5/2026).
Menurut Fariz, manajemen tidak tinggal diam dan sedang melakukan langkah-langkah penyelesaian terhadap sengketa yang menjadi dasar keluarnya sanksi tersebut.
"Pihak manajemen sedang proses untuk menyelesaikan sengketa yang ada agar ke depan tidak mengganggu kesiapan tim kita untuk mencapai targetnya," ujarnya.
Munculnya sanksi FIFA sempat memunculkan kekhawatiran di kalangan suporter karena berpotensi menghambat aktivitas transfer pemain PSIS menjelang musim kompetisi baru.
Jika tidak segera dituntaskan, Mahesa Jenar terancam tidak dapat mendaftarkan pemain anyar dalam beberapa periode pendaftaran.
Namun demikian, manajemen menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak berkaitan dengan kewajiban pembayaran hak-hak pemain dan ofisial pada era kepemimpinan saat ini.
Asisten Manajer PSIS Semarang Reza menyebut selama klub berada di bawah kepemimpinan manajemen baru saat ini.
Seluruh hak pemain, pelatih, maupun ofisial telah dipenuhi sesuai ketentuan.
"Kita masih kroscek karena selama kepemilikan Pak Fariz dan Bu Datu semua pemain, pelatih, dan official selalu mendapatkan hak-haknya," ungkap Reza.
Pihaknya juga masih melakukan penelusuran mengenai identitas pelapor dan pokok permasalahan yang menjadi objek sengketa di FIFA.
Baca juga: Kahudi Wahyu Widodo Bongkar Gaji Eks Analis Tim PSIS Semarang Belum Dibayar Rp 14 Juta
Menurut Reza, laporan tersebut diduga berasal dari pemain yang pernah menjadi bagian PSIS pada periode manajemen sebelumnya.
"Ini kan terkait laporan dari pemain-pemain yang lama. Kita masih proses untuk bisa tahu pelaporan dari siapa dan kasusnya apa," katanya.
Saat ini, manajemen PSIS terus berkoordinasi untuk menyelesaikan sengketa tersebut dengan harapan sanksi dapat dicabut sehingga agenda pembentukan skuad dan persiapan tim menghadapi musim depan dapat berjalan sesuai rencana. (*)
| Kahudi Tagih Janji PSIS Semarang, Gaji 2 Bulan dan Kompensasi Belum Dibayar |
|
|---|
| Kahudi Wahyu Widodo Bongkar Gaji Eks Analis Tim PSIS Semarang Belum Dibayar Rp 14 Juta |
|
|---|
| "Holobis Kuntul Baris": Semangat Gotong Royong Snex dalam Iduladha 2026 |
|
|---|
| Rumor Andik Vermansyah Bakal Gabung PSIS Semarang, WCP: Masih di Garudayaksa |
|
|---|
| Menanti Panasnya Derby Jateng PSIS Semarang Vs Persis Solo di Liga 2 Musim Depan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260116_COO-PSIS-Semarang-Fariz-Julinar-lawan-Deltras-FC_1.jpg)