Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemuda Lintas Agama Semarang Doa Bersama di Tugu Muda untuk Korban Kemanusiaan

Pemuda lintas agama Kota Semarang mendoakan korban kemanusiaan dengan menyalakan lilin di Tugu Muda, Kamis (3/10/2019) malam.

Tayang:
Penulis: Jamal A. Nashr | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/JAMAL A NASHR
Doa bersama lintas agama di Tugu Muda Semarang, Kamis (3/10/2019) malam 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Jamal A Nashr

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemuda lintas agama Kota Semarang mendoakan korban kemanusiaan dengan menyalakan lilin di Tugu Muda, Kamis (3/10/2019) malam.

Doa dibacakan oleh perwakilan setiap agama dan penghayat kepercayaan.

Peserta doa bersama duduk di plataran Tugu Muda sambil menyalakan lilin di depannya.

Beberapa perwakilan peserta juga turut menyampaikan refleksi tentang kejadian mutakhir di Indonesia melalui pembacaan puisi dan teatrikal.

Meski gerimis sempat turun di lokasi doa bersama, peserta tetap bertahan sambil menikmati pembacaan puisi dan teatrikal.

"Respon bencana yang terjadi di Indonesia dan juga tragedi-tragedi kemanusiaan yang menimbulkan korban jiwa," tutur koordinator doa bersama, Ahmad Sajidin.

Pemuda lintas agama Kota Semarang mendoakan korban kemanusiaan dengan menyalakan lilin di Tugu Muda, Kamis (3/10/2019) malam.
Pemuda lintas agama Kota Semarang mendoakan korban kemanusiaan dengan menyalakan lilin di Tugu Muda, Kamis (3/10/2019) malam. (TRIBUN JATENG/JAMAL A NASHR)

Ia mengatakan, doa bersama tersebut merespon kejadian yang merenggut nyawa secara bertubi terjadi di Indonesia.

Di antaranya kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan mengakibatkan korban meninggal karena asap, kerusuhan Wamena, dan aksi mahasiswa yang berujung hilangnya nyawa pelajar dan mahasiswa.

"Menjadi titik kelam kenapa aksi malam ini dilaksanakan dengan menyalakan lilin sebagai simbol untuk penghormatan dan berdoa bersama," katanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menyampaikan pesan untuk setiap eleman masyarakat sipil atau militer dalam menghadapi masalah tidak menggunakan pendekatan kekerasan.

Pendekatan militer dinilai tidak menyelesaikan maslah justru memperuncing.

"Kami lebih menginginkan pendekatan secara kemanusiaan. Seperti yang dicontohkan Gus Dur, melalui dialog dapat menyelesaikan masalah," katanya.

Ia berharap, pemerintah menyadari bahwa masyarakat mengawasi kinerjanya.

Sebagai pengemban amanah, menurutnya, pemerintah mendengarkan masukan dari masyarakat.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved