Antisipasi Meluapnya Air, Pusdataru Jateng Normalisasi Sungai Kendal
Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jawa tengah melakukan normalisasi Sungai Kendal.
Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jawa tengah melakukan normalisasi Sungai Kendal.
Sungai tersebut sering meluap saat musim penghujan tiba sehingga diperlukan normalisasi.
Normalisasi itu dilakukan dengan cara mengeruk sedimentasi yang mempersempit lebar sungai itu.
Selain itu normalisasi itu juga mengangkut lumpur yang mengendap di dasar sungai sehingga dapat menampung air lebih banyak.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Sugiyono mengatakan normalisasi itu dilakukan mulai dari halaman Masjid Agung Kendal sampai 1,5 Kilometer bagian utara sungai tersebut.
Pekerjaan itu dilakukan untuk memperlancar aliran air di Sungai Kendal.
• 180 Pegulat dari Jawa Tengah Akan Bertarung Perebutkan Piala Gubernur Jateng
• Krisis Air, 1,12 Juta Liter Air Bersih Didrop ke 3 Kecamatan yang Ada Di Karanganyar
• Pos 3 dan 4 Jalur Cemoro Kandang Gunung Lawu Karanganyar Rusak Diterjang Angin
• Ganti Managemen, Persijap Jepara Juga Punya Pelatih Baru Berlisensi B AFC
"Kegiatan normalisasi ini merupakan kegiatan dari Pusdataru Jateng, kami lakukan koordinasi dengan Pusdataru Jateng terkait kegiatan normalisasi sungai ini.
Hal itu karena sangat medesak mengingat saat air laut pasang dan memasuki sungai dapat meluap hingga ke area Masjid Agung Kendal," terangnya.
Disisi lain, menurutnya ketinggian dataran Kecamatan Kendal lebih rendah dibandingkan dengan permukaan laut. .
Sehingga saluran-saluran air perlu dinormalisasi sehingga dapat menampung air ketika pasang.
"Setiap tahunnya permukaan tanah di Kendal mengalami penurunan.
Penurunnya sekitar dua sampai lima centimeter tiap tahunnya," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Balai PSDA Bodri Kuto Pusdataru Jateng, Indah Sulistyowati mengatakan bahwa tahun ini pihaknya melakukan pekerjaan-pekerjaan perbaikan seluruh saluran-saluran air (sungai) yang bersumber dari Sungai Bodri dan Sungai Kuto.
Sungai Kendal sendiri termasuk saluran air yang mendapatkan paket pekerjaan pemeliharaan.
"Jadi seluruh saluran sungai kami lakukan perbaikan, ada yang masuk pekerjaan pemeliharaan seperti penggakatan sedimentasi, ada juga pekerjaan yang rehabilitasi bagi saluran yang rusak berat," pungkasnya. (dap)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sedimentasi-dap.jpg)