Kebakaran Hutan Bikin Ketepatan Waktu Lion Air Merosot
selama September lalu, Lion Air melayani 14.680 frekuensi terbang atau rata-rata per hari 480 penerbangan.
Penulis: rival al manaf | Editor: galih pujo asmoro
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap di berbagai kota di Sumatera dan Kalimantan berdampak kepada kinerja tingkat ketepatan waktu Lion Air.
Selama September On Time Performance mereka merosot ke angka 74,7 persen.
Angka itu lebih kecil dibanding catatan pada Agustus yang mencapai 78,51 dan Juli 80,76 persen.
Corporate Communucation Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menyampaikan, September lalu, Lion Air melayani 14.680 frekuensi terbang atau rata-rata per hari 480 penerbangan.
Lion Air fokus beroperasi ke lebih dari 42 kota tujuan domestik serta 25 internasional meliputi Singapura, Malaysia, Tiongkok dan Saudi Arabia.
"Pencatatan kinerja ketepatan waktu 74,07 persen dikarenakan operasional yang disebabkan cuaca buruk berupa kabut asap di sejumlah kota atau daerah di Kalimantan dan Sumatera."
"Kondisi ini mengakibatkan jarak pandang pendek dan tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan untuk proses lepas landas dan mendarat," terang Danang, Minggu (6/9/2019).
Oleh karena itu, untuk memastikan keselamatan dan keamanan, Lion Air mengalami keterlambatan, pembatalan penerbangan (cancel) dan pengalihan pendaratan (divert) di beberapa jaringan domestik yang dilayani.
Dampak yang timbul berpotensi mengakibatkan terganggunya pada rotasi pesawat untuk sektor atau rute penerbangan berikutnya.
"Sejalan upaya mempertahankan dan meningkatkan OTP, Lion Air menerapkan mekanisme pengoperasian pesawat udara secara tepat."
"Kami mempunyai utilisasi 8-9 jam per hari, rata-rata enam pesawat menjalani perawatan (schedule maintenance) serta rata-rata lima pesawat sebagai cadangan (stand by)," terangnya. (Rival Almanaf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pesawat-lion-air-di-bandar-udara-kualanamu.jpg)