Polisi Ringkus Pelaku Penipuan Bermodus Test Drive Sepeda Motor di Pekalongan

Unit Reskrim Polsek Sragi, Kabupaten Pekalongan, meringkus pelaku penipuan sepeda motor di Dukuh Wuluh, Desa Blimbingwuluh Kecamatan Sragi.

Polisi Ringkus Pelaku Penipuan Bermodus Test Drive Sepeda Motor di Pekalongan
ISTIMEWA
Supratman (22) pelaku penipuan sepeda motor sedang dilakukan pemeriksaan oleh Unit Reskrim Polsek Sragi, Pekalongan, Kamis (10/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Unit Reskrim Polsek Sragi, Kabupaten Pekalongan, meringkus pelaku penipuan sepeda motor di Dukuh Wuluh, Desa Blimbingwuluh Kecamatan Sragi.

Pelaku Supratman (22) ditangkap setelah membawa kabur dan hendak menjual sepeda motor merek Suzuki Satria FU dengan nomor polisi G-2201-AZ milik korban, Krisdiyantoro (23).

Aksi penipuan dilancarkan pada Rabu (11/9/2019) lalu, dan polisi berhasil membekuk pelaku pada Rabu, (9/10/2019) dini hari.

"Pelaku modusnya pura-pura test drive saat mau membeli motor korban," kata Kasubag Humas Polres Pekalogan Iptu Akrom saat ditemui Tribunjateng.com, Kamis (10/10/2019).

Iptu Akrom menjelaskan, peristiwa penipuan itu berawal ketika korban memosting gambar sepeda motor miliknya di media sosial untuk dijual.

Saat itu tersangka Supratman mengomentari postingan tersebut lewat media sosial dan berencana untuk membelinya dengan melakukan perjanjian.

"Transaksi dilakukan di rumah korban yakni ada di Dukuh Peklontongan, Desa Sumub Kidul, Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan. Setelah tersangka bertemu dengan korban, tersangka bermaksud untuk mencoba sepeda motor tersebut di jalan depan rumah korban," ungkapnya.

Supratman sempat kembali ke rumah korban dan mempermasalahkan kondisi kopling sepeda motor.

"Setelah diperbaiki, tersangka mencoba lagi sepeda motor tersebut dan setelah menunggu beberapa jam tersangka tidak kembali lagi," ungkapnya.

Korban sudah berusaha mencari keberadaan sepeda motornya yang dibawa Supratman, namun tidak mendapatkan hasil.

Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sragi.

"Tersangka berhasil ditangkap di rumahnya. Saat dilakukan pemeriksaan, tersangka mengakui atas perbuatannya. Dari keterangan tersangka bahwa motor yang ia bawa kabur, dijual lewat perantara yang ia kenal yakni HD warga Wiradesa," katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP atau 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Sanksinya adalah ancaman hukuman 4 tahun penjara.(Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved