54 Petugas Rutan Salatiga Mendadak Dites Urine, Bagaimana Hasilnya?
Bertepatan Hari Dharma Karya Dika Ke-74 Rutan Kelas IIB Kota Salatiga bekerjasama dengan Sat Resnarkoba Polres Salatiga melaksanakan pemeriksaan urin
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Bertepatan Hari Dharma Karya Dika Ke-74 Rutan Kelas IIB Kota Salatiga bekerjasama dengan Sat Resnarkoba Polres Salatiga melaksanakan pemeriksaan urin terhadap seluruh petugas, Jumat (11/10/2019).
Kepala Rutan Kelas IIB Kota Salatiga Hero Sulistiyono mengatakan pemeriksaan terhadap petugas rutan terkait penyalahgunaan narkotika melalui tes urine guna menciptakan lingkungan rutan yang bersih dan bebas dari narkoba.
"Sekaligus ini bentuk menghindari adanya pengendalian maupun penyalahgunaaan narkoba di lingkungan rutan," terangnya kepada Tribunjateng.com, Jumat (11/10/2019)
Hero menyampaikan apabila ada pegawai yang sampai terindikasi melakukan penyimpangan menggunakan bahkan berani mengedarkan narkoba, ia tidak segan memberikan hukuman sesuai peraturan.
Ia berharap Rutan Salatiga selalu bersih dari narkoba petugasnya menjaga integritas dan komitmen setiap pegawai serta mendukung aparat penegak hukum dalam hal ini dengan Polres Salatiga.
• Ratusan Warga Wonopringgo Demo di Depan Kantor Bupati Pekalongan Tuntut Pengusaha Jeans Ditutup
• Asik, Tak Lama Lagi Akan Ada Kereta Trem di Kota Semarang
• Kota Pekalongan Diserang Nyamuk, Dewan Datangi Dinas Kesehatan
• 4 Warga Tegal di Wamena Akhirnya Selamat Kembali ke Kampung Halaman
"Saya ingin tidak hanya sampai hari ini Rutan Salatiga dinyatakan bersih dari narkoba.
Tetapi kedepan dan seterusnya jangan sampai ada penyalahgunaan Narkoba di Rutan Salatiga," katanya
Kasat Narkoba Polres Salatiga AKP Anak Agung Gede Oka menjelaskan peredaran narkoba di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan, bahkan Presiden Jokowi menyampaikan Indonesia sudah darurat narkoba.
Karenanya kata dia, perang terhadap narkoba harus dimulai dari diri sendiri keluarga dan lingkungan untuk menghindari penyalahgunaan narkoba, apalagi yang paling banyak terjerat narkoba adalah kalangan produktif atau generasi muda.
"Sebagai petugas pembina warga binaan diharapkan petugas Rutan tidak ada yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba hal ini didasarkan masih banyak dari hasil pengungkapan kasus narkoba terdapat banyak kasus melibatkan warga binaan dari dalam lapas," ujarnya
Dikatakannya adanya kelemahan sistem yang ada di rutan, untuk bersama-sama mulai detik ini dengan niat hati yang paling dalam menghindari narkoba.
AKP Oka menjelaskan petugas rutan yang diperiksa berjumlah 54 personil dimulai dari pimpinan sampai dengan seluruh anggotanya yang terdiri dari 31 pria dan 12 wanita.
"Dari hasil pemeriksaan tersebut tidak ada satupun petugas yang terindisikasi menggunakan atau menyalahgunakan narkoba.
Tentunya hal ini akan membawa dampak baik dalam pencegahan peredaran narkoba," jelasnya (ris)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tes-urine-rutan-salatiga.jpg)