Ratusan Warga Wonopringgo Demo di Depan Kantor Bupati Pekalongan Tuntut Pengusaha Jeans Ditutup

Ratusan warga dari Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (11/10/2019) menggelar unjuk rasa di kantor Bupati

Ratusan Warga Wonopringgo Demo di Depan Kantor Bupati Pekalongan Tuntut Pengusaha Jeans Ditutup
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Ratusan warga Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (11/10/2019) menggelar unjuk rasa di kantor Bupati Pekalongan terkait dengan pembuangan limbah jeans wash ke sungai. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Ratusan warga dari Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (11/10/2019) menggelar unjuk rasa di kantor Bupati Pekalongan terkait dengan pembuangan limbah jeans wash ke sungai.

Ratusan warga membentangkan kertas karton bertulisan isi tuntutan.

Semisal 'rindu udara segar',' bersihkan sungai kami dari limbah',' entah apa yang merasukimu LH, 'jangan korbankan kami dengan bisnismu', dan 'stop buang limbah ke sungai.

Tidak hanya itu, mereka juga berteriak lantang melontarkan tuntutan mereka.

"Kami datang ke kantor Bupati untuk menuntut, agar pemerintah segera tutup pengusaha jeans wash yang membuang limbah ke sungai," kata Zamrodin (31) warga Desa Pegaden Tengah saat ditemui Tribunjateng.com.

Asik, Tak Lama Lagi Akan Ada Kereta Trem di Kota Semarang

Kota Pekalongan Diserang Nyamuk, Dewan Datangi Dinas Kesehatan

4 Warga Tegal di Wamena Akhirnya Selamat Kembali ke Kampung Halaman

Penyandang Disabilitas dan Lansia Tak Repot Lagi Urus Dokumen Imigrasi, Cukup Telpon Petugas Datang

Menurutnya ada tujuh pengusaha di Desa Pegaden Tengah tapi yang mempunyai ijin hanya satu pengusaha.

"Kemarin para pengusaha sudah didemo oleh warga, tapi pengusaha tidak menggubris.

Oleh karena itu, kami meminta Bupati Asip untuk menutut pabrik tersebut," jelasnya.

Zamrodin mengungkapkan tuntutan warga yaitu bagaimana pengawasan pemerintah tentang perijinan pengelolaan limbah.

Tidak hanya itu, warga juga sudah melaporkan limbah ke polres.

"Jika tidak ada penanganan secara cepat, jangan salahkan jika ada demo lanjutan baik dari warga Pegaden maupun warga lain yang terkena dampak pencemaran limbah."

"Tindakan kami bukan bagian dari politik, melainkan keresahan warga," ujarnya.

Ia juga menambahkan aksi ini sudah dilakukan selama tiga kali.

"Nanti perwakilan warga akan audiensi dengan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi," tambahnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved