Selewengkan Dana Simpan Pinjam Rp 260,75 Juta, TSZ Mengaku Dipakai Untuk Berobat

Satreskrim Polres Pati mengamankan TSZ (36), warga Desa Trimulyo, Kecamatan Kayen, atas kasus tindak pidana korupsi.

Selewengkan Dana Simpan Pinjam Rp 260,75 Juta, TSZ Mengaku Dipakai Untuk Berobat
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto bersama TSZ (36), tersangka penyelewengan dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP) di Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) Syeh Jangkung Kayen 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Satreskrim Polres Pati mengamankan TSZ (36), warga Desa Trimulyo, Kecamatan Kayen, atas kasus tindak pidana korupsi.

Dalam konferensi pers di Mapolres Pati, Jumat (11/10/2019), Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto mengatakan, tersangka diduga menyelewengkan dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP) di Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) Syeh Jangkung Kayen Tahun Anggaran 2014-2015.

"Modus operandinya, dana UPK Syeh Jangkung diselewengkan dan digunakan secara pribadi.

Berdasarkan hasil audit, total kerugian negara akibat tindakan pelaku ialah sebesar Rp260,75 juta," papar Jon.

Menjelaskan kronologi kejadian, Jon mengatakan, sekira Agustus 2014 hingga Januari 2015, TSZ yang merupakan ketua SPP (10 kelompok) di Desa Trimulyo telah mengajukan pinjaman ke UPK Syeh Jangkung.

Namun, mulai Juli 2015, kelompok yang diketuai tersangka sudah tidak menyetorkan pembayaran kepada UPK Syeh Jangkung.

Kecelakaan Truk Pengangkut Ayam Terguling di Jalan Panggisari Banjarnegara, Muatan Lari Kocar-kacir

Polemik Penetapan Mohamad Iqbal Jadi Direktur PDAM Kota Pekalongan, Dewan: Seleksi Akan Diulang

Ganjar Minta Kagama Kendal Berkontribusi untuk Kemajuan Daerah

Ratusan Narapidana dan Pegawai Lapas Demak Dites Urin Dadakan, Ini Hasilnya

Kemudian, Sugiyanto dari Badan Pengawas UPK Syeh Jangkung, mengklarifikasi beberapa anggota kelompok yang diketuai tersangka.

“Hasilnya, ternyata tersangka meminjam KTP pada beberapa anggotanya yang telah melunasi pinjamannya.

Kemudian KTP itu digunakan tersangka untuk meminjam uang ke UPK Syeh Jangkung dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi,” urainya.

Jon mengatakan, atas perbuatan tersangka, pihak UPK Syeh Jangkung telah berupaya melakukan mediasi.

Halaman
123
Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved