Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mampir di Kota Tegal, Jangan Lupa Beli Oleh-oleh Ikan Asap

Tegal dikenal sebagai kota dengan julukan Kota Bahari. Letaknya yang berada di pesisir Pantai Utara, menjadikan banyak masyarakat yang menggantungkan

Tayang:
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Oleh- oleh Kota Tegal, Ikan Asap Nur Slamet di Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Tegal dikenal sebagai kota dengan julukan Kota Bahari.

Letaknya yang berada di pesisir Pantai Utara, menjadikan banyak masyarakat yang menggantungkan ekonominya sebagai nelayan.

Jika Anda mampir ke Kota Tegal, ada berbagai oleh-oleh berbahan ikan yang tidak boleh dilewatkan.

Satu di antaranya Ikan Asap Nur Slamet di Jalan Brawijaya Gang Muara 21, Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal.

Rina (40), penjual sekaligus istri Slamet (43), mengatakan, ikan asap yang ia jual ada dua jenis.

Ikan asap salem dan ikan asap pari.

Menurut Rina, ikan asapnya lebih enak dan segar.

Di Demak, Petani Jual Tanah Sawah karena Kemarau Panjang, Dihargai Rp 70 Ribu per Bak Pikap

Pakai Dana Desa, 70% Warga Sambungmacan Sragen Geluti Budidaya Tanaman Bonsai

Jelang Pelantikan Presiden- Wapres, Yusuf Sebut Jatah 5 Menteri Untuk PKB Itu Wajar

Pedagang Sebut Tempat Relokasi Pedagang Pasar Pagi Kaliwungu Kendal Hanya Dinding Berlantai Tanah

Selain itu pembeli juga bisa langsung mendapatkan ikan yang langsung diasap.

"Orang yang mau beli biasanya langsung ke sini.

Beli, nunggu langsung ambil," kata Rina kepada tribunjateng.com, Minggu (13/10/2019).

Rina mengatakan, tiap hari ia menjual dan mengasap ikan di rumahnya.

Harga satu ikan asap bervariasi, mulai dari Rp 2.000 sampai Rp 4.000 per ekor.

Ia sendiri berjualan mulai pukul 07.00 WIB sampai 15.00.

"Ikan kami masih segar.

Tapi tahannya satu hari," ungkapnya.

Menurut Rina, ikan asap banyak digemari oleh orang banyak.

Biasanya ada yang buat hidangan ikan mangut atau ikan pecak.

Rina mengatakan, mulanya ia usaha pada 2012 tiap harinya habis 10 kilogram ikan per hari.

Kini dalam sehari Rina dan Slamet bisa menghabiskan 70 kilogram per hari.

"Usaha kami juga sudah dapat kelayakan dari Dinas Kesehatan Kota Tegal.

Jadi amanlah," ungkapnya. (fba)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved