Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pakai Dana Desa, 70% Warga Sambungmacan Sragen Geluti Budidaya Tanaman Bonsai

Sejak 1995 atau sudah 24 tahun lalu tanaman bonsai diminati warga Desa Sambungmacan, Kabupaten Sragen.

Tayang:
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Supardi (52) warga Jatisumo, Kecamatan Sambungmacam, Sragen yang juga ketua komunitas bonsai di Sambungmacan, Kabupaten Sragen 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Sejak 1995 atau sudah 24 tahun lalu tanaman bonsai diminati warga Desa Sambungmacan, Kabupaten Sragen.

Hampir 70% warga Desa Sambungmacan kini bergelut di bidang tanaman bonsai.

Kaur Keuangan Desa Sambungmacan, Heri Kartika kepada Tribunjateng.com mengatakan bonsai di Sambungmacan dipeloposi oleh Sukidi yang kini sudah meninggal dunia.

"Dari awal almarhum adalah anggota pencinta bonsai Indonesia, kemudian mengenalkan bonsai di Desa Sambungmacan ini sampai tahun 2000.

Perkembangannya belum terlalu signifikan tapi waktu itu," terang Heri.

Hingga setelah 2000 banyak masyarakat yang mulai menyukai bonsai.

Akhirnya tiga RT di desa Sambungmacan menggeluti dunia tanaman bonsai.

"Ada daerah di Sambungmacan yaitu RT 1 Ngadirejo dan RT 2 Mojopahit dan RT 3 Sambiunggul menggeliat bonsai.

Sekitar 70% warga atau 60-70 KK warga Desa Sambungmacan," lanjut dia.

Pedagang Sebut Tempat Relokasi Pedagang Pasar Pagi Kaliwungu Kendal Hanya Dinding Berlantai Tanah

Pasca Keracunan Massal Siswa SMA Negeri 1 Weleri, Sunarto : Masak Sendiri saat Kegiatan Kemah

Jelang Pelantikan Presiden- Wapres, Yusuf Sebut Jatah 5 Menteri Untuk PKB Itu Wajar

PSIS Semarang U-20 Juara 3 Liga 1, Ini Tanggapan CEO Yoyok Sukawi

Heri menambahkan sebagian warganya yang menggeluti dunia tanaman bonsai ialah mereka yang bukan pemilik tanah (sawah) sehingga mereka harus kreatif untuk mencari sumber penghasilan lain.

Tidak sedikit warganya membudayakan bonsai itu sebagai ladang menambah penghasilan mereka, namun beberapa bahkan bisa tercukupi kebutuhannya melalui bonsai.

Dalam mengembangkan hal tersebut, pihaknya memanfaatkan Dana Desa untuk memberdayakan warganya mempelajari bonsai.

Pada 2018, pihaknya telah melakukan pelatihan.

"Jadi kan mereka awalnya hanya bikin-bikin sesuai keinginan mereka padahal bonsai ada konsep atau ada kaidah-kaidah yang harus dipatuhi kita adakan pelatihan itu.

Tinggal teknik kelanjutannya saja mempercantik dan memperbanyak kreasi," terang Heri.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved