Gelandang PSIS Heru Setyawan Sebut Sanksi dari Komdis PSSI Tidak Jelas dan Kebangetan
elandang jangkar PSIS Semarang, Heru Setyawan dipastikan bakal absen dalam laga menghadapi Persela Lamongan, Jumat (18/10/2019) mendatang.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gelandang jangkar PSIS Semarang, Heru Setyawan dipastikan bakal absen dalam laga menghadapi Persela Lamongan, Jumat (18/10/2019) mendatang.
Bukan karena cedera atau akumulasi kartu, Heru Setyawan mendapat sanksi lain dari Komdis PSSI.
Dalam surat salinan keputusan Komdis PSSI disebutkan bahwa pada tanggal 29 September bertempat di Stadion Moh. Subroto, Magelang pemain PSIS Semarang Heru Setyawan terbukti bertindak tidak sportif dengan mendorong pemain Perseru Badak Lampung FC Marcus Vinicius dan diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin.
Merujuk kepada pasal 49 ayat (1) b Kode Disiplin PSSI, Heru Setyawan dihukum larangan bermain satu pertandingan menghadapi Persela Lamongan vs PSIS Semarang, tanggal 18 Oktober 2019.
Terhadap keputusan ini, PSIS tidak dapat mengajukan banding sesuai dengan Pasal 119 Kode Disiplin PSSI.
Mendengar kabar ini, Heru mengaku kaget dan merasa hukuman yang ia terima cukup berlebihan.
"Menurut saya sanksi ini tidak jelas.
Saya sangat kaget ketika mendengar kabar ini," ucap Heru kepada Tribun Jateng, Selasa (15/10/2019).
Menurut Heru, pelanggaran terhadap pemain Perseru Badak Lampung yang berbuah kartu kuning saat itu tak selayaknya mendapat sanksi Komdis.
"Kalau menurut saya ini kebangetan.
Karena hanya seperti itu kemudian di sanksi.
Saat itu pemain lawan memang terkena sikutan saya tapi itu sedikit.
Pemain lawan saja yang berlebihan," keluh Heru.
"Tapi mau bagaimana lagi.
Saya tetap harus menjalani sanksi ini karena memang tidak bisa banding," kata Heru.
Sementara itu, pelatih PSIS Semarang Bambang Nurdiansyah berencana bakal menyiapkan Eka Febri sebagai pengganti Heru dalam laga kontra Persela.
"Eka juga pemain bagus, dia masih muda dan punya potensi," kata Bambang. (arl)