Pesilat Pagar Nusa Ribut Sama Warga, 2 Anggota Banser Terluka Dikeroyok Anggota Perguruan Silat Lain
Kasus penyerangan anggota Banser GP Ansor di Kabupaten Tulungagung dilatarbelakangi kesalahpahaman.
Dengan demikian, ke depan konflik antar perguruan silat ini tidak lagi terjadi di Tulungagung.
Sebelumnya, rombongan Banser GP Ansor diserang warga di Desa Talun Kulon, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, Minggu (14/10/2019).
Penyerangan dilakukan usai Banser mengikuti apel Banser GP Ansor di Pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek yang dihadiri oleh Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut.
Sebelum penyerangan ini, ada rombongan massa perguruan silat yang melintas dan berkonflik dengan warga.
Banser yang melintas belakangan jadi sasaran penyerangan, dan mengakibatkan dua orang terluka dan harus menjalani perawatan medis.
Penyerangan ini diduga dilakukan sekelompok orang dengan latar belakang perguruan silat.
Menyikapi penyerangan Banser GP Ansor di Tulungagung, Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia mengaku langsung bergerak cepat, menindaklanjuti penyerangan anggota Banser di Kecamatan Bandung, Minggu (14/10/2019) sore.
Hasilnya, empat orang warga diamankan dan dimintai keterangan di Mapolres Tulungagung.
“Kami bekerja sampai subuh tadi, dan ada empat orang yang sedang dimintai keterangan,” ujar Kapolres, Senin (14/10/2019).
Namun empat orang ini masih sebatas saksi, dan belum ada tersangka yang ditetapkan.
Meski demikian, masih menurut EG Pandia, sudah ada indikasi nama sebagai pelaku penyerangan.
“Kami mohon waktu untuk mencari bukti dan saksi,” katanya.
Menurut Kapolres, dugaan sementara kejadian ini dipicu oleh konflik lama antar perguruan silat.
Sebelumnya memang ada apel akbar Banser di Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.
Namun ternyata dalam kegiatan ini ada anggota perguruan pencak silat Pagar Nusa (PN).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/salah-satu-korban-tengah-menjalani-perawatan-medis-di-puskesmas-bandung-tulungagung.jpg)