Pesilat Pagar Nusa Ribut Sama Warga, 2 Anggota Banser Terluka Dikeroyok Anggota Perguruan Silat Lain
Kasus penyerangan anggota Banser GP Ansor di Kabupaten Tulungagung dilatarbelakangi kesalahpahaman.
“Saat rombongan PN melintas di lokasi, ada konflik dengan warga setempat,” tutur Eva Guna Pandia.
Namun polisi belum berani memastikan, apakah penyerang dari anggota perguruan silat yang lain.
Rombongan pertama ini berhasil dihalau, namun warga setempat masih bersiaga di sekitar lokasi.
Kemudian datang rombongan Banser yang melintas di lokasi, kemudian diserang.
“Jadi Banser ini lewat belakangan, kemudian jadi sasaran penyerangan,” ungkap EG Pandia.
Kapolres berjanji akan menuntaskan kasus ini secepatnya, sesuai tuntutan Banser.
Lebih jauh Kapolres membantah, polisi melakukan pembiaran saat kejadian.
Diakuinya, saat itu memang ada anggota polisi yang melakukan pengamanan.
Namun polisi tidak serta merta melakukan penangkapan karena kondisi chaos.
Polisi hanya menghalau massa penyerang, dan memastikan rombongan Banser lekas melintas.
Masih menurut Kapolres, sejauh ini baru ada satu korban yang melapor atas nama Suwardi, anggota Banser Trenggalek.
“Silakan melapor jika ada korban lain. Nanti kita buktikan dengan visum,” tandas Eva Guna Pandia.
Banser Ansor Geruduk Polres Tulungagung
Akibat penyerangan Banser GP Ansor tersebut, puluhan anggota Banser GP Ansor mendatangi Markas Polres Tulungagung, Senin (14/10/2019) siang.
Mereka menuntut polisi mengusut tuntas pelaku penyerangan terhadap rombongan Banser, Minggu (13/10/2019) saat melintas di Desa Talun Kulon, Kecamatan Bandung, Tulungagung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/salah-satu-korban-tengah-menjalani-perawatan-medis-di-puskesmas-bandung-tulungagung.jpg)