Potret Kekeringan di Kudus, Sutin Harus Beli Air untuk Kebutuhan Sehari-hari
Sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus masih dilanda kekeringan. Beberapa di antara warganya masih kekurangan air bersih.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: m nur huda
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus masih dilanda kekeringan. Beberapa di antara warganya masih kekurangan air bersih.
Di antara desa yang mengalami kekeringan yakni Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo. Di desa ini, masih banyak warganya yang kekurangan air bersih untuk kebutuhannya.
Satu di antara warganya yang mengalami kekurangan air bersih yakni Sutin (70).
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, dia membeli sekitar 5 liter dalam satu jeriken seharga Rp 4 ribu.
Air yang dibelinya itu digunakan seperlunya. Mulai dari kebutuhan makan dan berwudu.
“Iya saya ngangsu, lha tidak punya air bersih ini,” kata Sutin, Kamis (17/10/2019).
Memang saat itu tengah ada bantuan air bersih dari Polres Kudus, PMI, dan jurnalis yang bekerja sama membagikan air bersih ke Bulungcangkirng.
Warga lainnya yang mengalami kekurangan air bersih yakni Mbah Kilah. Perempuan berusia 80 tahunj itu mengaku kekurangan air bersih terjadi sejak tiga bulan belakang.
“Tidak ada hujan sejak sebelum bulan puasa kemarin,” kata Mbah Kilah.
Untuk memenuhi kebutuhan air, Kilah harus megambil air bersih di sumur milik tetangganya dengan sebuah ember.
Lantas, apakah air yang diambilnya di sisa usianya itu cukup untuk memenuhi kebutuhannya?
Kilah tidak mau repot dengan semu itu.
Dia hanya merasa cukup ketika sudah terpenuhi kebutuhannya untuk minum dan mandi sekadarnya.
“Secukupnya. Tidak bersih tak apa, yang penting disiram sekali dua kali cukup,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kapolres-kudus-akbp-saptono-tengah-menyalurkan-air-bersih.jpg)