Rina Sangat Terpukul Melihat Jenazah Kumalasari yang Penuh Luka
Rina curiga pelaku yang menghabisi nyawa anaknya merupakan pria yang pernah pergi bersama anaknya
Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Suasana duka masih menyelimuti rumah duka di Desa Depok, Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan.
Rumah itu merupakan rumah dari korban pembunuhan yang jenazahnya dibungkus karung pupuk.
Di mana korban atas nama Kumalasari (29) ditemukan warga dengan kondisi mengenaskan di bantaran Sungai Sragi Baru.
Kedua orang tua Kumalasari yaitu Rina (50) dan Daidin (55), hanya bisa melihat foto anak perempuannya.
Rina curiga pelaku yang menghabisi nyawa anaknya merupakan pria yang pernah pergi bersama anaknya.
“Minggu (13/10) lalu anak saya diajak pergi oleh dia mengendarai sepeda motor,” ucapnya saat ditemui Tribunjateng.com di rumah duka, Kamis (17/10/2019).
Dilanjutkan Rina, usai mengajak pergi Kumalasari masih sempat pulang ke rumah dan melakukan aktivitas seperti biasa.
“Keseharian anak saya menjadi pemetik bunga melati di sekitar desa, ia berangkat pukul 05.00 WIB dan biasa pulang pukul 09.00 WIB,” ucapnya.
Dituturkannya pada Rabu (16/10) lalu, Rina merasakan kejanggalan pada anaknya.
“Biasanya ia pulang ke rumah pukul 09.00 WIB, tapi hingga siang hari ia tak pulang dan tidak ada kabar,” jelasnya.
Karena curiga ia mendatangi rumah pria tersebut.
“Saat itu dia sedang mencuci sepeda motor, saya bertanya kepadanya Kumalasari di mana. Namun ia bilang tidak tahu, saat saya tekan ia justru menantang,” papar Rina.
Wanita 50 tahun itu juga mengancam akan melaporkan pria itu ke kantor Polisi, jika tidak memberitahu keberadaan anaknya.
“Ia langsung meminta waktu dan pergi, ia bilang akan membawa Kumalasari ke hadapan saya.
Tapi saya menunggu di rumahnya hingga sore hari, tapi tak kunjung datang,” terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rina-tengah-ibu-dari-kumalasari-korban-pembunu.jpg)