Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

5 Ruas Jalan Tol Dibangun di Jateng, Progres Semarang-Demak Paling Cepat

Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah mengabarkan ada lima ruas jalan tol baru yang akan dibangun.

Tayang:
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Ilustrasi - Kondisi arus lalu lintas pada ruas tol Ungaran-Bawen KM 438 

Jalan tol ini nanti akan menyambung dengan jalan tol Semarang-Demak.

Pemerintah memprioritaskan jalan tol ini karena akan menjadi akses masuk bagi Kawasan Industri Kendal (KIK) yang akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.

Terakhir, yakni jalan tol selatan atau ruas Yogya-Cilacap.

Menurutnya, wacana pembangunan ruas ini dikemukakan Menteri PU, Basuki Hadimuljono saat masa angkutan Lebaran kemarin.

"Dia mengatakan jalur selatan harus dibuat tol. Karena 3-4 tahun lagi, pantura akan jenuh dan padat," ujarnya.

Ruas ini rencananya tersambung dengan bandara NYIA Yogya kemudian Cilacap dan ke wilayah Jawa Barat.

Pemerintah pusat, kata dia, juga mempertimbangkan jalan pantai selatan atau Daendels sebagai trasenya.

"Teman-teman Kementerian PU mempertimbangkan Jalan Daendels yang dijadikan jalur tol. Karena sudah tersedia. Hanya tinggal antisipasi bencana alam tsunami karena jalan itu di tepi pantai," imbuhnya.

Sementara, Ketua Komisi D DPRD Jateng, Alwin Basri, menuturkan tol Semarang-Demak dipastikan akan dibangun pada tahun 2020.

Hal itu dikemukakan usai rombongan Komisi D melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) baru- baru ini.

"Mulai pembangunan konstruksi pada akhir 2020 dengan waktu pengerjaan selama tiga tahun. Kami meminta percepatan, agar pada 2020 dilakukan pemasangan tiang pancang (ground breaking) dan terus dilanjutkan pembangunannya sehingga bisa selesai sesuai dengan perencanaan," kata Alwin.

Dengan demikian diperkirakan pada 2024 nanti keberadaan tol tersebut sudah bisa digunakan.

Anggota Fraksi PDIP itu berharap pembangunan ruas tol tersebut bisa mengatasi persoalan rob serta kemacetan yang diakibatkan tingginya mobilitas warga di Jalan Raya Semarang-Demak.

"Pembebasan lahan juga perlu diselesaikan sejak awal, sehingga tidak menghambat pembangunan. Seperti pembangunan jalan tol sebelumnya," ujarnya.

Dia menambahkan, proyek yang akan menghabiskan biaya Rp 12,24 triliun itu nanti akan dibangun dua sesi.

Sesi pertama Semarang-Sayung sejauh 10,69 km dengan membuat tanggul dan jalan tol. Kemudian sesi kedua Sayung-Demak sepanjang 16,31 km. (Tribun Jateng/ Mamdukh Adi Priyanto)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved