Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular, Dinkes Sragen Targetkan 3.000 Orang Terperiksa
Ratusan masyarakat ikuti penyuluhan Penyakit Tidak Menular (PTM) di Balai Desa Tangkil Kecamatan Sragen, Selasa (22/10/2019).
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Ratusan masyarakat ikuti penyuluhan Penyakit Tidak Menular (PTM) di Balai Desa Tangkil Kecamatan Sragen, Selasa (22/10/2019).
Hadir pula dalam kegiatan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno dan kepala OPD terkait.
Bupati Yuni dalam kesempatannya mengatakan adanya PTM memiliki banyak faktor resiko yang bisa menyebabkan sakit, seperti merokok dan asap rokok, jarang olahraga dll.
Sementara yang masuk dalam pengecekan yaitu tekanan darah tinggi, penyakit gula, kadar lemak di badan dan masih banyak lagi.
Yuni juga berharap dengan adanya penyuluhan masyarakat bisa mendeteksi PTM dan terhindar dari PTM.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen Hargiyanto mengatakan kegiatan ini ialah screening Penyakit Tidak Menular (PTM) yang memang sudah menjadi programnya.
• Angin Kencang di Jawa Tengah, Ribuan Rumah Rusak dan 1 Orang Luka Berat
• 8 Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu di Kota Tegal, 5 Diantaranya Dilakukan Caleg
• Dibya Sebut Hasil Penjualan di Property Expo Semarang ke 7 Belum Memuaskan
• Hari Santri Nasional 2019, Santri di Kota Salatiga Serukan Tolak Radikalisme
"Kita memang punya program tiga bulan ini dari September hingga November.
Ini juga program langsung dari provinsi," kata Hargi kepada Tribunjateng.com.
Dirinya mentargetkan selama tiga bulan 30.000 orang dapat mengikuti penyuluhan dan terdeteksi hasilnya.
"Yang penting kami deteksi dahulu kita lihat dulu hasilnya untuk rekapitulasi hasil nanti setelah kita selesai," kata Hargi.
Sementara saat pemeriksaan Hargi menyampaikan pemeriksaan meliputi gula, tensi, pendengaran, penglihatan, emosional, hipertensi dll.
"Jika tinggi kita akan edukasi langsung, jika sudah melebihi batas tentu tenaga kesehatan kami yang akan menangani," lanjut Hargi.
Dilakukannya penyuluhan PTM jnj menurutnya dikarena transisi atau pergeseran penyakit menular ke penyakit tidak menular.
Jamiman Kesehatan Nasional (JKN) sebanyak 30% untuk PTM, sebelum terjadi pihaknya mengatakan perlu dilakukan pencegahannya.
"Secepatnya kita ketahui pasti akan dikelola dengan baik tapi jika sudah komplikasi jadi jantung, stroke, kebutaan penanganannya akan lebih sulit.
Penanganan dini lebih lah," lanjut dia.
Program penyuluhan PTM sendiri baru dilakukan kali pertama pada September lalu.
PTM bisa dicegah dengan gaya hidup yang baik dan teratur.
"Kita bisa menerapkan CERDIK, Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik seperti olahraga, Diet seimbang, Istirahat seimbang dan Kelola stres," pungkasnya. (uti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/cek-kesehatan-kusdinar.jpg)