Ini Pernyataan Resmi PSIM Yogyakarta, Usai Insiden Kerusuhan Hadapi Persis Solo Kemarin
Tragedi mencekam PSIM Yogyakarta Vs Persis Solo dalam laga pamungkas Grup Timur Liga 2 2019, di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Senin (21/2019).
TRIBUNJATENG.COM, YOGYAKARTA - Tragedi mencekam PSIM Yogyakarta Vs Persis Solo dalam laga pamungkas Grup Timur Liga 2 2019, di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Senin (21/2019).
Pasca tragedi itu, melalui BolaSport.com, Selasa (22/10/2019), manajemen PSIM Yogyakarta pun secepatnya mengambil sikap resminya.
Hal itu pula sesuai rilis yang dibagikan melalui media sosial resminya.
Dimana pada intinya, manajemen PSIM Yogyakarta menyesalkan adanya kejadian yang merugikan semua pihak itu.
Seperti diketahui, Persis Solo berhasil meraih kemenangan atas PSIM Yogyakarta dengan skor 3-2 dalam lanjutan Liga 2 2019.
Kekalahan tersebut mengundang emosi para suporter PSIM Yogyakarta.
Hingga akhirnya pertandingan terpaksa dihentikan oleh wasit.
Suporter PSIM Yogyakarta beramai-ramai masuk ke dalam lapangan selepas pertandingan.
Bahkan, di luar Stadion Mandala Krida Yogyakarta sudah terjadi kerusuhan hingga dikabarkan dua mobil polisi terbakar.
Selain itu, gelandang PSIM Yogyakarta, Achmad Hisyam Tolle melakukan tendangan kungfu kepada pemain Persis Solo di pinggir lapangan.
Eks pemain PSS Sleman itu juga melakukan intimidasi kepada awak media yang meliput pertandingan tersebut.
Kekecewaan PSIM Yogyakarta semakin bertambah karena tim berjulukan Laskar Mataram itu gagal lolos ke babak delapan besar Liga 2 2019.
PSIM Yogyakarta berada di posisi ketujuh klasemen akhir wilayah timur.
Kerusuhan tersebut juga bisa membuat PSIM Yogyakarta terkena hukuman dari Komite Disiplin PSSI.
Untuk itu, manajemen PSIM Yogyakarta meminta kepada semua pihak termasuk suporternya agar bisa merenung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kericuhan-suporter-pecah-di-stadion-mandala-krida-yogyakarta.jpg)