Ini Pernyataan Resmi PSIM Yogyakarta, Usai Insiden Kerusuhan Hadapi Persis Solo Kemarin
Tragedi mencekam PSIM Yogyakarta Vs Persis Solo dalam laga pamungkas Grup Timur Liga 2 2019, di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Senin (21/2019).
Sikap Resmi PSIM Yogyakarta
Terkait kejadian pada pertandingan terakhir babak penyisihan Grup Timur Liga 2 2019 antara PSM Yogyakarta melawan Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin (21/10/2019), pihak PSIM turut menyesal dan kecewa.
PSIM menyadari bahwa ada perasaan kecewa dari suporter sekalian karena musim ini tidak berakhir sesuai harapan.
Tapi bagaimana pun tidak ada tempat untuk vandalisme yang nantinya bisa merugikan klub ini.
Hal yang paling instan terasa menyakitkan adalah terlukanya beberapa suporter, termasuk anak kecil, wanita, dan orangtua, setelah kekacauan terjadi karena pihak kepolisian menembakkan gas air mata.
PSIM memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan karena kekacauan kemarin baik itu suporter, media, pihak keamanan, hingga warga sekitar stadion.
Kini saatnya kita semua merenung dan sadar bahwa kejadian tersebut tentunya akan berujung merugikan klub.
Dan kita semua harus bisa menerima itu sebagai evaluasi diri serta akibat dari yang kita perbuat.
Kami memang gagal mewujudkan harapan kita ke Liga 1 musim depan dan kami tidak akan mencari alasan maupun pembenaran atas kegagalan ini karena itu membuat kita tidak akan mawas diri dan sulit untuk maju ke depan.
Namun yang pasti manajemen sudah berupaya serius dalam melakukannya.
Sekali lagi mohon maaf atas segala kekecewaan pada musim ini dan akhir pertandingan yang harus selesai dengan kejadian yang tidak kami inginkan.
Mari semua merenung, dan mengevaluasi diri supaya tidak ada sesal lainnya di kemudian hari dan nama klub ini demi PSIM Yogyakarta. (*)
Artikel ini telah tayang sebelumnya di BolaSport.com berjudul "Sikap Resmi PSIM Yogyakarta Usai Tragedi Mencekam Kontra Persis Solo"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kericuhan-suporter-pecah-di-stadion-mandala-krida-yogyakarta.jpg)