Peringati HSN 2019, Santri MI Qudsiyyah Kudus Berdoa di Makam Pendiri Madrasah
Peringatan Hari Santri Nasional bagi santri Madrasah Ibtidaiyah (MI) Qudsiyyah Kudus ditandai dengan kirab 22 bendera merah putih dari halaman
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Peringatan Hari Santri Nasional bagi santri Madrasah Ibtidaiyah (MI) Qudsiyyah Kudus ditandai dengan kirab 22 bendera merah putih dari halaman madrasah menuju Makam Sedio Luhur Krapyak, Selasa (22/10/2019).
Kegiatan ini merupakan upaya untuk mengajarkan kepada santri agar meneladani para kiai pendiri madrasah.
Santri yang masih berusia belia itu tampak gembira saat mengikuti kirab.
Begitu juga saat ziarah ke makam pendiri Qudsiyyah, mereka tampak khidmat.
Panitia penyelanggara perigatan Hari Santri di MI Qudsiyyah, Muhammad Asror mengatakan, selain kirab dan ziarah, ada juga kegiatan kenduri santri di halaman madrasah.
Kegiatan itu dilakukan seusai santri dari makam para pendiri madrasah di kompleks makam Sedio Luhur Krapyak.
• Hari Santri 2019, Pemkot Salatiga Serahkan 2 Unit Mobil Operasional ke PCNU
• Pilkades Kopeng Kabupaten Semarang Diikuti 4 Calon, Ada Pengusaha hingga PNS
• Pengelolaan Kearsipan Pemkab Tegal Dinilai Masih Buruk, Ini Kata Bupati
• Bupati Tegal Sebut Pesantren Adalah Laboratorium Perdamaian
“Ada juga kegiatan di makam Kiai Asnawi yang ada di Kompleks Makam Masjid Menara Sunan Kudus.
Di situ ada 22 santri dari kelas 6,” ujarnya.
Dia mengatakan, dalam peringatan Hari Santri kali ini bertujuan mengajarkan santri MI Qudsiyyah suapa bisa meneladani sepak terjang para kiai yang telah mendirikan madrasah tersebut.
Selain itu, hal penting lainnya yang menjadi tujuan dari peringatan Hari Santri kali ini yakni menyadari perjuangan ulama yang turut dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Jadi, setidaknya kembali mengobarkan semangat para kiai oleh para santri,” jelasnya.
Sebelumnya, dalam rangkaian peringatan Hari Santri ini juga dilakukan apel hari santri di halaman madrasah.
Dalam peringatan ini, santri kompak mengenakan sarung, baju putih, dan ikat kepala batik. (goz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/santrine-goz.jpg)