Pilkades Kopeng Kabupaten Semarang Diikuti 4 Calon, Ada Pengusaha hingga PNS
Tahapan pemilihan kepala desa (Pilkades) 2019 Kabupaten Semarang memasuki putaran terakhir.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Tahapan pemilihan kepala desa (Pilkades) 2019 Kabupaten Semarang memasuki putaran terakhir.
Seluruh kandidat telah melakukan penyampaian visi dan misi dihadapan tokoh masyarakat dan perangkat daerah setempat dilanjutkan kampanye.
Satu diantaranya di Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.
Ketua Panitia Pilkades Desa Kopeng Eli Suharli mengatakan pada tahun ini Pilkades Desa Kopeng diikuti sebanyak empat calon tiga satu diantaranya petahana kepala desa sebelumnya yakni Rebo Sarwoto.
“Khusus Desa Kopeng diikuti empat calon urutan pertama atas nama Handayono, kemudian kedua Rebo Sarwoto (petahana), ketiga Sukardi, dan keempat Ardi Saksono.
Pada sesi penyampaian visi dan misi kemarin peserta tidak diperbolehkan menyampaikan program.
Saat pemaparan visi misi pun dibatasi waktunya maksimal 20 menit,” terangnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (22/10/2019).
• Pengelolaan Kearsipan Pemkab Tegal Dinilai Masih Buruk, Ini Kata Bupati
• Bupati Tegal Sebut Pesantren Adalah Laboratorium Perdamaian
• Revitalisasi Kota Lama Jadi Alasan Wings Air Hadirkan Penerbangan Rutin Bandung-Semarang
• 5 Persen Balita di Kabupaten Tegal Alami Stunting, Pemkab Siapkan Program Sigap Tangi
Menurut Suharli seusai penyampaian visi dan misi oleh masing-masing kandidat setiap calon diperbolehkan melakukan kampanye sampai 23 Oktober mendatang hanya saja dilarang berkampanye secara terbuka.
Dikatakannya pada Pilkades Desa Kopeng tahun ini dinilai sangat menarik karena dari beberapa calon yang ada terdapat seorang pegawai negeri sipil, mantan kepala dusun, dan wiraswasta.
Dengan adanya banyak pilihan dari latar belakang berbeda-beda diharapkan membuat masyarakat memiliki alternatif.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Kabupaten Semarang Heru Purwantoto menerangkan Pilkades tahun ini dilaksanakan pada 44 desa dengan jumlah calon kepala desa sebanyak 116 orang.
“Karena banyaknya peserta kami juga sudah melakukan pemetaaan kerawanan dari yang sedang sampai yang tinggi.
Setidaknya terdapat 10 lokasi termasuk kategori dengan kerawanan cukup tinggi lantaran terdapat banyak kandidat,” katanya
Ia menambahkan guna mengantisipasi sejumlah potensi kerusuhan akibat tensi politik telah dilakukan koordinasi dengan Polres Semarang dan rencananya pada 25 Oktober nanti bakal diterjunkan personil pengamanan ke 44 desa.
Heru menjelaskan beberapa daerah yang dianggap rawan selain jumlah kandidat berjumlah cukup banyak juga terdapat petahana serta masih keluarga aparat negara dan adapula seorang calon maju kembali setelah mengalami kekalahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kopeng-kades.jpg)