Jalur Pantura Brebes Dinilai Rawan Penyebaran Flu Burung

Ia menyebutkan, beberapa daerah yang dimaksud yaitu Kecamatan Losari, Tanjung, Bulakamba, Wanasari dan Brebes

Jalur Pantura Brebes Dinilai Rawan Penyebaran Flu Burung
Istimewa
Petugas kesehatan hewan DPKH Brebes memberikan vaksinasi pada unggas warga, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Brebes menilai daerah sepanjang jalur pantura rawan penyebaran penyakit avian influenza (AI) atau flu burung yang menyerang pada unggas.

Di Brebes sendiri, telah ada temuan ratusan ekor ayam milik peternak di Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, yang mati mendadak, beberapa waktu lalu. Dari pengecekan fisik bangkai ayam, diduga kuat disebabkan karena serangan virus H5N1.

"Dari pengamatan kami (DPKH--red), daerah yang sangat rawan terserang AI itu daerah yang berada sepanjang jalur pantura. Itu karena jalur pantura menjadi lalu lintas perdagangan," kata Sekretaris DPKH Brebes, Seno Aji, saat ditemui di kantornya, Rabu (23/10/2019).

Ia menyebutkan, beberapa daerah yang dimaksud yaitu Kecamatan Losari, Tanjung, Bulakamba, Wanasari dan Brebes. Selain berada di jalur pantura, jalur selatan juga rawan yaitu Paguyangan, Bantarkawung dan Bumiayu.

"Selain karena jalur perdagangan, daerah-daerah itu juga banyak peternak unggas baik ayam maupun itik. Mulai dari skala kecil yang hanya sekadar hobi memelihara maupun skala besar yang memang pengusaha peternakan," jelasnya.

Staf Bidang Kesehatan Hewan DPKH Brebes, Asri Kurniandari mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya pencegahan penyebaran penyakit flu burung pada sejumlah daerah yang dianggap rawan. Upaya tersebut dilakukan dengan cara vaksinasi.

"Kami gencarkan pemberian vaksin pada ternak warga. Mayoritas yang jumlah sedikit karena yang jumlah banyak sudah rutin vaksinasi," tambahnya.

Ia meminta warga mengantisipasi serangan penyakit flu burung dengan cara memperhatikan unggas peliharaan masing-masing. Jika melihat gejala-gejala unggas sakit, diminta segera melapor ke DPKH melalui pemerintah desa.

"Kalau unggas sudah mulai terlihat sakit, mengantuk, segera laporkan. Jangan tunggu unggas mati baru melaporkan," imbaunya. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved