Terdapat 178 Kasus Penyakit Kaki Gajah di Kota Pekalongan

Pemkot Pekalongan gencarkan sosialisasi penanganan penyakit kaki gajah atau filariasis.

Terdapat 178 Kasus Penyakit Kaki Gajah di Kota Pekalongan
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Sejumlah peserta mengikuti sosialisasi penanganan penyakit kaki gajah di aula BKD Kota Pekalongan, Rabu (23/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pemkot Pekalongan gencarkan sosialisasi penanganan penyakit kaki gajah atau filariasis.

Hal itu didasari adanya lokasi endemis penyakit filariasis di Kota Pekalongan.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan, terdapat dua kelurahan yang menjadi endemis filariasis.

Adapun dua lokasi yang dimaksud yaitu, Kelurahan Jenggot dan Kelurahan Saputro Kebulen.

Bahkan tercatat pada tahun ini terjadi 178 kasus filariasis di dua kelurahan tersebut.

Untuk itu Pemkot mencanangkan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) filariasis ke masyarakat.

Menurut Asisten Pembangunan Setda Kota Pekalongan, Erli Nufiati, filariasis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan melalui nyamuk.

"Langkah untuk menekan kasus filariasis, masyarakat harus mengkonsumsi obat Ivermectin, DEC, Albendazole (IDA). Untuk itu hal itu sosialisasi melalui POPM harus terus dilakukan," paparnya, Rabu (23/10/2019).

Dilanjutkannya, proporsi mengkonsumsi obat bisa memutus penularan kaki gajah.

"Semakin besar proporsi minum obat, semakin besar peluang untuk memutuskan rantai penularan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, menjelaskan, dari total kasus yang ada 178 kasus dinyatakan filariasis klinis, dan 37 diantaranya kronis.

"Hasil survey darah jari yang sudah dilakukan, angka mikrofilaria di Kota Pekalongan lebih dari 1 persen, penyakit filariasis perlu ditangani bersama agar tidak bertambah," terangnya.

Ditambahkan Slamet, Pemkot tengah menyusun teknis pelaksanaan POPM untuk mencegah peningkatan kasus filariasis.

"Teknisnya sedang disusun, kemungkinan akan dilakukan di sejumlah kelurahan," tambahnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved