Update: 5 Mobil Kecelakaan Beruntun Tol Tembalang
Kecelakaan beruntun terjadi di dalam tol Kota Semarang melibatkan 5 kendaraan di tanjakan Tol Tembalang-Ungaran, tepatnya KM 10.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kecelakaan beruntun terjadi di dalam tol Kota Semarang.
Kali ini melibatkan 5 kendaraan di tanjakan Tol Tembalang-Ungaran, tepatnya KM 10.
Anggota Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Manyaran Kota Semarang, Brigadir M Mukmin menjelaskan, kecelakaan saling tabrak dari belakang tersebut diperkirakan terjadi pukul 07.30 WIB.
Dua dari lima mobil meninggalkan lokasi sebelum anggota kepolisian datang.
Tiga kendaraan tersisa diamankan petugas kepolisian dengan kondisi ringsek.
"Kita amankan 3 kendaraan karena begitu tim sampai di lokasi hanya ada 3 itu saja. Semua rusak namun yang 1 bisa lanjut jalan, sedangkan yang 2 rusak bagian depan dan belakang," jelasnya, Jumat (25/10/2019) di kantor PJR Manyaran.
• Pasca Insiden Kecelakaan di Tol Cipali, Kadisdik Batang Akan Evaluasi Kegiatan Study Tour
• Kota Semarang Dilanda Cuaca Panas yang Ekstrim, Ini Imbuan Dinkes Agar Tubuh Tetap Fit
• Viral: Identitas Kerangka Manusia Berbusana Pengantin dan Boneka di Solo Terungkap
Kecelakaan bermula ketika Mobilio berplat nomer polisi B2607BOU yang dikendarai Darmawan Hendra (25), melaju dari arah Krapyak.
Tiba di KM 9.8, kendaraan melaju pada lajur 3 dengan kecepatan 80 km per jam.
Mobilio itu melambat ketika sejumlah mobil mendadak mengurangi kecepatan, di tanjakan.
Namun ada 4 mobil di belakang Mobilio itu tak mampu menghindar.
Daihatsu Ayla dengan plat nomer polisi H9072KE dikendarai Budi Akip (57) asal Demak, Xenia H9237KY dikendarai Midi (62) asal Semarang dan 2 mobil lainnya yang tak teridentifikasi karena pergi meninggalkan lokasi kejadian.
"Dari situ terjadi laka lantas tabrak beruntun mengakibatkan 5 kendaraan," lanjutnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kali ini, hanya beberapa mobil ringsek pada bagian belakang dan depan.
Ketiga mobil tersisa berhasil dievakuasi pihak PJR satu jam setelahnya.
Brigadir M Mukmin juga menambahkan pada KM 9-10 tol dalam Kota Semarang menjadi titik yang paling rawan kecelakaan.
Faktor geografis juga mempengaruhi kerawanan di lokasi tersebut.
Yakni tanjakan maupun turunan.
Keterbatasan lajur juga terkadang mempengaruhi konsentrasi pengendara saat kendaraan lain kehilangan kendali.
Berdasarkan data yang disampaikan, kurang lebih terdapat sekitar 15 unit kendaraan terlibat kecelakaan di tempat yang sama, dalam kurun waktu 1 tahun terakhir.
Satu di antaranya menewaskan novelis asal Indonesia NH Dini pada 4 Desember 2018 lalu. (Tribun Jateng/ Saiful Ma'sum)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mobil-terlibat-kecelakaan-beruntun-di-tol-tembalang.jpg)