Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Asosiasi Kelinci Karanganyar Beberkan Beda Untung Ternak Kelinci Lokal dan Peranakan

Asosiasi Kelinci Karanganyar (Akar) menggelar kontes kelinci di Terminal Makuthoromo Karangpandan Karanganyar, Minggu (27/10/2019).

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/Agus Iswadi
Juri saat melakukan penilaian terhadap kelinci peserta dalam acara Rabbit Show di Terminal Makuthoromo Karangpandan Karanganyar, Minggu (27/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Asosiasi Kelinci Karanganyar (Akar) menggelar kontes kelinci di Terminal Makuthoromo Karangpandan Karanganyar, Minggu (27/10/2019).

Ketua Asosiasi Kelinci Karanganyar (Akar), Murod menyampaikan kebanyakan orang belum mengetahui keuntungan beternak kelinci.

"Kami berupaya mengubah mindset. Memberikan informasi, bahwa kelinci bisa menghasilkan uang. Perlu edukasi, agar banyak masyarakat yang tertarik beternak kelinci," kata dia kepada Tribunjateng.com di sela acara.

Foto-Foto Romantis Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Menikmati Senja di Kaimana

Wanita Cantik ini Ditemukan Warga dalam Keadaan Linglung di Manyaran Semarang, Ini Kronologinya

Jelang Penerapan Tarif Cukai Baru, DJBC Jateng DIY Sita 2,9 Juta Batang Rokok Ilegal

Menurutnya, dibandingkan kelinci lokal, kelinci peranakan lebih menguntungkan apabila diternakan.

"Misalnya, kelinci lokal baru bisa dipotong setelah usia 7 bulan, namun daging yang dihasilkan hanya 0,6 kg. Sementara kelinci peranakan, usia 2,5 bulan bisa dipotong dan dagingnya mencapai 1 Kg," jelasnya.

Selanjutnya, dalam acara Rabbit Show diikuti sekitar 135 peserta yang berasal dari Jateng dan Jatim.

Dalam kontes tersebut, ada dua klasifikasi lomba.

Untuk klasifikasi GG Exhibisi dan Open Breed, jenis kelinci yang diikutsertakan adalah Rex, Mini Rex, New Zealand, Holland Loop, Fuzzy Loop, Cals, Netherland Dwarf, Dutch, Flemis Giant.

Sedangkan untuk klasifikasi Adu Bobot, jenis kelinci yang menjadi peserta antara lain Bligon, Rex, New Zealand, Hyla, Hycole dan Flemis Giant.

Asosiasi Kelinci Karanganyar (Akar) menggelar kontes kelinci di Terminal Makuthoromo Karangpandan Karanganyar, Minggu (27/10/2019).
Asosiasi Kelinci Karanganyar (Akar) menggelar kontes kelinci di Terminal Makuthoromo Karangpandan Karanganyar, Minggu (27/10/2019). (Tribun Jateng/Agus Iswadi)

Pengurus Akar, Lilik Setiono menambahkan, penilaian dalam tiap klasifikasi berbeda-beda. Penilaian itu mengacu pada standar American Rabbit Breeders Association (ARBA).

"Untuk adu bobot, yang dinilai dari bobot masing-masing kelinci. Sedangkan di klasifikasi kelinci hias, yang dinilai antara lain bulunya, bentuk kepala, bentuk tubuh, dan sebagainya," ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, ia berharap dapat mengenalkan budidaya kelinci pada masyarakat.

"Potensi pasarnya masih terbuka," pungkasnya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono berharap melalui acara Rabbit Show dapat mengedukasi peternak kelinci yang ada di Karanganyar.

Ia mengungkapkan, kebutuhan daging kelinci di Karanganyar terbilang tinggi, namun para peternak belum dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

"Semoga kegiatan ini dapat menyemangati para peternak kelinci. Kebutuhan daging kelinci di Karanganyar, banyak. Tapi belum bisa dipenuhi oleh peternak," katanya.

Juliyatmono berharap AKAR dapat mengembangkan peternakan kelinci di Karanganyar, mengingat selain kelinci dapat dipelihara, daging kelinci juga dapat dikonsumsi. (Tribun Jateng/ Agus Iswadi)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved