Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Alasan Pedagang Jalan Peterongan Semarang Kompak Menolak Relokasi ke Dalam Pasar

Para pedagang Peterongan yang menempati Jalan Peterongan Tengah Raya enggan direlokasi.

Tribun Jateng/ Eka Yulianti Fajlin
Para pedagang Peterongan memasang spanduk melintang di atas jalan raya bertuliskan "Kami Pedagang Peterongan Menolak Relokasi Pasar", Senin (28/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Para pedagang Peterongan yang menempati Jalan Peterongan Tengah Raya enggan direlokasi.

Mereka menolak masuk ke Pasar Peterongan.

Bahkan, mereka memasang spanduk melintang di atas jalan raya bertuliskan "Kami Pedagang Peterongan Menolak Relokasi Pasar".

Pedagang buah, Sri (bukan nama sebenarnya) menegaskan, seluruh pedagang bersepakat menolak pindah ke dalam Pasar Peterongan.

Menurutnya, kondisi Pasar Peterongan kurang bagus dan kurang strategis, sehingga para pembeli enggan masuk dalam pasar.

"Kalau harus pindah kami tetap tidak mau. Pokoknya sudah kompak tidak mau pindah,"ujarnya.

Sri memaparkan, para pedagang yang menempati jalan tersebut merupakan pedagang yang awalnya berjualan di sepanjang jalan mulai depan Sri Ratu hingga lampu lalu lintas di persimpangan Metro sekitar tahun 1987.

Kemudian pada saat itu, Pemerintah meminta pedagang bergeser ke Jalan Peterongan Tengah Raya agar tidak mengganggu pandangan dan arus lalu lintas.

"Sekarang sudah menempati disini sesuai arahan pemerintah waktu dulu. Sekarang diminta pindah lagi," ujarnya.

Sebenarnya, pihaknya bersedia pindah namun Pemerintah juga harus melarang para pedagang pasar malam berjualan di kawasan ini.

Selama ini, jalan tersebut juga masih dipadati ratusan pedagang yang menjajakan dagangannya pada malam hingga pagi dini hari.

"Pemerintah seharusnya juga melarang para pedagang pasar malam berjualan di sini. Kalau yang malam tetap boleh berjualan, kami pun tidak akan pindah," katanya.

Dia melanjutkan, jika pemerintah hendak memindah para pedagang ke dalam pasar.

Pemerintah harus memastikan pasar tersebut dalam kondisi layak dan kapasitas dapat menampung seluruh pedagang.

Menurutnya, kondisi pasar saat ini tidak begitu layak ditempati sehingga para pembeli enggan masuk ke dalam pasar.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved