Sigale-gale, Kisah Boneka Sakral Warga Samosir, Bisa Menangis dan Menari Tanpa Digerakkan Manusia
Tak seperti layaknya benda mati, boneka sigale-gale dapat menari bahkan mengeluarkan air mata yang konon sangat mistis dan dapat bergerak sendiri.
TRIBUNJATENG.COM, SAMOSIR - Bila Anda berkunjung ke Samosir Sumatera Utara, ada pemandangan menarik yang bisa ditemukan.
Terlebih ketika ada upacara adat ataupun kehadiran Anda disambut melalui seremonial adat warga setempat.
Tidak hanya warga yang akan menyambut, tetapi juga sebuah boneka kayu di Samosir itu.
Ya, itu adalah satu bagian adat yang ada di Indonesia dimana hingga kini terus dilestarikan.
Tak sedikit pula di antara pengunjung yang mengaitkannya dengan mistis.
Misalnya boneka sigale-gale asal Samosir, Sumatera Utara ini.
Tak seperti layaknya benda mati, boneka sigale-gale dapat menari bahkan mengeluarkan air mata yang konon sangat mistis dan dapat bergerak sendiri saat ritual tertentu.
Tentu, dalam ritual tersebut memiliki tujuan untuk memanggil arwah yang sudah meninggal.
Boneka sigale-gale biasanya digunakan sebagai pelaksanaan upacara kematian di daerah Samosir.
Upacara ini dilakukan dengan iringan gondang sabangunan dan diikuti dengan tarian tor-tor yang dilakukan oleh anggota keluarga terutama anak laki dari keluarga dekat.
Tarian ini dipercaya untuk mengantarkan arwah mendiang keluarga.
Konon, jika keluarga Batak tidak memiliki anak laki-laki, boneka sigale-gale dianggap sebagai pengganti anak laki-lakinya.
Usut punya usut, kabarnya patung ini mempunyai nilai mistis.
Sebab, sigale-gale dapat menangis dan menari sendiri tanpa iringan gondang sabangunan.
Tak hanya itu, ada juga yang mengatakan jika siapa pun yang membuat sigale-gale akan meninggal usai patung selesai dibuat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sigale-gale-samosir-sumatera-utara.jpg)