Sigale-gale, Kisah Boneka Sakral Warga Samosir, Bisa Menangis dan Menari Tanpa Digerakkan Manusia
Tak seperti layaknya benda mati, boneka sigale-gale dapat menari bahkan mengeluarkan air mata yang konon sangat mistis dan dapat bergerak sendiri.
Karena, pada masa lalu konon pembuatan sigale-gale si pembuat harus bisa menyatu jiwanya dengan boneka kayu buatannya agar bisa bergerak layaknya manusia.
Oleh karena itu, pembuatan boneka sigale-gale harus terpisah.
Misalnya ada yang membuat bagian tangan, kepala, badan, dan kaki.
Dengan cara ini, tidak ada tumbal yang berjatuhan.
Selain memiliki cerita mistis, boneka sigale-gale juga memiliki cerita yang memilukan.
Kisah kerajaan
Kesenian sigale-gale diperkirakan sudah ada sejak 400 tahun yang lalu.
Kisah ini berawal dari suatu kerajaan yang sedang melakukan perebutan wilayah dengan cara perlawanan dan peperangan.
Seorang Raja dari daerah Samosir mengutus anaknya bernama Manggale untuk terjun ke medan perang merebut wilayah kekuasannya.
Tanpa disangka, Manggale tewas dalam pertempuran tersebut.
Sedangkan ia merupakan anak satu-satunya dari keturunan Raja tersebut.
Adanya kejadian tersebut, membuat Raja terpukul dan jatuh sakit.
Manggale merupakan satu-satunya pewaris keturunan dari Raja tersebut dan tewas dalam medan tempur.
Semakin hari, kondisi Raja semakin kritis dan tidak ada harapan lagi untuk hidup.
Akhirnya, para penasehat Raja berkumpul untuk membahas kesembuhan Raja agar dapat memimpin kerajaannya lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sigale-gale-samosir-sumatera-utara.jpg)