Jateng Optimis Bisa Masuk 5 Besar dalam PON Papua
Tim PON Jateng terus mengasah kemampuan dari para atletnya dalam helatan PON XX di Papua, pada bulan Oktober dan November 2020 nanti.
Penulis: hesty imaniar | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim PON Jateng terus mengasah kemampuan dari para atletnya, dan melakukan berbagai persiapan untuk helatan PON XX di Papua, pada bulan Oktober dan November 2020 nanti.
Kepala Bidang (Kabid) Keolahragaan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Agung Hariyadi berujar beberapa persiapan berupa Pra PON untuk cabang olahraga (cabor) yang diikutkan dalam helatan empat tahunan itu.
"Ya saat ini kami tengah turut mempersiapkan, karena untuk teknik, ke KONI Jateng. Dan dari , fasilitas untuk tingkatkan prestasi kami saat ini gelar Kualifikasi PON atau Pra PON," katanya, Selasa (29/10/2019) petang.
• PSTI Jateng Matangkan Persiapan Atlet untuk PON XX Papua
• BREAKING NEWS: PSIS Semarang Batal Uji Coba Hadapi Tim Pra PON Jateng
• Eks Pelatih PSIS Semarang Ditunjuk Jadi Pelatih Kepala Tim Pra PON Jateng
Ia juga mengatakan, ada 37 cabor yang diikuti Jateng dalam PON ke-20 itu, dari 40 cabor yang tidak dipertandingan di Papua sesuai dengan putusan dari PB PON.
"Padahal semua cabor yang tidak dipertandingan itu, adalah cabor kekuatan kami, misal balap sepeda dan dansa. Oleh karenanya, target kami, hanya di peningkatan jumlah medali dan tidak pada posisi ranking, seperti tahun sebelumnya," imbuhnya.
Ia menambahkan, targetnya adalah 40-an lebih untuk medali emas.
Sebelumnya di PON Jabar, Jateng mendapatkan 32 medali emas, 56 perak, dan 85 perunggu, total 174 medali.
"Ada alasan kenapa kita targetkan untuk menaikkan jumlah medali, karena kita akan bermain di Papua. Pengalaman sebelumnya, di PON 2008 di Kalimantan Timur, kita kalah dari tuan rumah Kaltim yang membuat kami harus ada di posisi ke 5 karena. Oleh karena itu, kami akan terus berusaha untuk raih terbaik," imbuhnya.
Ia juga menyampaikan saingan dari Jateng, jelas masih seperti tahun sebelumnya.
Misal DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan tuan rumah.
Selain itu di sisi kontribusi untuk cabor perolehan medali terbanyak yakni cabor atletik, pencak silat, karate, sepak takraw, panjat tebing, panahan, bola voli, wushu, dan lainnya, utamanya atletik dan renang.
"Tantang kita itu nanti sangat besar sekali, mulai dari kenyamanan atlet, fasilitas, bahkan makanan juga akan kita jaga untuk jaga stamina para atlet. Selain kenyamanan atlet, kami juga bisa sampaikan saat ini sudah ada 24 cabor sudah lolos dari Pra PON, seperti anggar, bola basket, bola voli, paralayang, dan beberapa cabor lainnya, meski ada cabor yang belum melaksanakan Pra PON," sebutnya.
Sementara itu, soal bonus untuk para atlet peraih medali di PON XX di Papua, imbuhnya, masih sama dengan sebelumnya, yakni bonus terprogram.
Bonus itu bisa diarahkan di bidang pekerjaan, baik ASN, dan karyawan pemerintah lainnya.
"Dengan demikian, para atlet ini bisa mendambakan bonus ini, misal jadi TNI/Polri, PNS dan karyawan perusahaan pemerintah lainnya. Sehingga mereka bisa menjadi semangat dan dambaan bagi para atlet," ujarnya.
Disisi lain, disampaikan oleh, salah satu cabor, yakni anggar, Ketua Umum Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Jateng, Kukuh Birowo, bahwa, babak kualifikasi PON 2020 ini cabor yang dipimpinnya telah mantap menuju ke PON di Papua.
"Tahun lalu, kami dapat satu emas, dan beberapa medal perak perunggu. Namun untuk target di PON Papua ini, semua tergantung anggaran yang ada yang diberikan kepada kami. Karena cabor kami ini cukup mahal, dari segi perlengkapan pertandingan, tapi meskipun demikian kami optimis bisa raih terbaik di PON Papua itu," pungkasnya. (Hesti Imaniar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/anggar-hei.jpg)