Relawan Kesulitan Jangkau Daerah Terjal di Lereng Gunung Ungaran
Kebakaran yang belum diketahui penyebabnya itu sudah menghanguskan puncak utama Gunung Ungaran dan lereng di sekitar puncak tersebut.
Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kebakaran lahan di lereng Gunung Ungaran wilayah Kabupaten Kendal saat ini meluas.
Kebakaran yang belum diketahui penyebabnya itu sudah menghanguskan puncak utama Gunung Ungaran dan lereng di sekitar puncak tersebut.
Diperkirakan lahan yang terbakar yakni seluas 50 hektare.
Kebakaran ini pun juga membuat jalur pendakian Gunung Ungaran, baik dari Pos 1 Mawar (Kabupaten Semarang) maupun Pos 1 Promasan (Kabupaten Kendal) ditutup sementara.
Relawan dari Sarda Jateng, Mustnoer, mengatakan, para relawan memadamkan api hanya mengandalkan alat manual. Hal itu dikarenakan medan yang terbakar sangat curam dan terjal sehingga kendaraan pemadam tidak dapat melakukan pemadaman.
"Kami lakukan pemadaman di wilayah yang dapat kami jangkau, Sedangkan yang berada di lereng yang terjal, kami tidak dapat kami jangkau kami biarkan, karena kondisinya tidak memungkinkan karena cukup membahayakan relawan," tuturnya, Selasa (29/10)
Ia menambahkan bahwa api muncul pertama kali bukan dari jalur pendakian dan saat terbakar di puncak Gunung Ungaran tidak ada pendaki yang masih berkemah. Menurutnya, saat ini api juga masih cukup jauh dari pemukiman warga.
"Sudah banyak relawan yang terlibat. Ada dari Sarda Jateng, masyarakat, BPBD Kendal, relawan pencinta alam, TNI dan komponen lainnya. Sekitar ada 30 relawan yang ikut memadamkan," ujarnya
Ia mengatakan, kondisi terakhir, Selasa sekitar pukul 15.00, api masih nampak membakar lereng Gunung Ungaran. Namun pihaknya telah mengisolasi api yang membakar dengan memotong jalur rambatan si jago merah tidak semakin meluas.
"Kami berharap agar segera turun hujan, karena titik api sudah banyak yang muncul, saat ini kondisi sedang gerimis ringan" tambahnya
Terpisah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diminta melakukan reboisasi hutan dan lahan yang baru terbakar saat memasuki musim hujan, terutama di titik-titik yang rawan terjadi bencana tanah longsor.
"Fokus dulu ke pemulihan hutan yang terbakar pada musim kemarau guna mengurangi dampak bencana alam seperti tanah longsor," kata Sekretaris Komisi B DPRD Jateng Muhamad Ngainirrichadl.
Menurut dia, pemulihan bisa dilakukan dengan reboisasi di bekas hutan dan lahan yang terbakar menjelang musim hujan, terutama di titik-titik yang rawan.
Pemprov Jateng, dalam hal ini Dinas Kehutanan, lanjut dia, harus segera melakukan reboisasi hutan yang sebelumnya terbakar.
Reboisasi di bekas hutan dan lahan yang terbakar bisa dilakukan dengan menanam bibit tanaman yang masih kecil atau yang sudah tumbuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/lereng-gunung-ungaran-terbakar-pada-senin-28102019-pagi.jpg)