Ini Peran Penting Kader Palang Merah hingga ke Pelosok Desa Menurut Bupati Demak
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Demak menggelar pelatihan pembina PMR se- kabupaten Demak guna meningkatkan pengetahuan tentang sistem
Penulis: Moch Saifudin | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Demak menggelar pelatihan pembina PMR se- kabupaten Demak guna meningkatkan pengetahuan tentang sistem pembinaan palang merah remaja (PMR) di Ruang Pertemuan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Jumat (1/11/2019).
Bupati Demak M Natsir yang hadir pada kesempatan tersebut mengatakan, pelatihan tersebut sangat dibutuhkan karena sebagian besar wilayah Demak merupakan perdesaan yang melewati banyak sungai dan persawahan.
"Lokasi gedung sekolah yang biasanya berada di pinggiran desa rawan terjadi bencana dan kecelakaan.
Sehingga penting sekali bagi para guru untuk menguasai ilmu dan keterampilan dalam membantu kebencanaan, kecelakaan bagi masyarakat semuanya," jelasnya.
Ia menambahkan dimanapun tempat tinggalnya, baik di kota maupun desa, keberadaan guru sangat dibutuhkan.
• Tim Evakuasi Bergerak ke Lokasi Penemuan Jenazah Hangus Terbakar di Lereng Gunung Merbabu
• Terbukti Timbun Limbah Berbahaya, DPRD Jateng Minta Pabrik Gula Blora Tutup
• Target Zero Stunting, Pemkot Naikkan Anggaran Pemberian Makanan Tambahan Balita di Posyandu
• Sindir DPRD Kendal, Ganjar : Ini Bikin Kendal Tidak Jadi Menarik
Lanjutnya, PMI harus bergerak terus.
Salah satu kader PMI merupakan PMR.
Sedangkan PMR ada di setiap sekolah.
"Kalau perlu setiap sekolah menjadi ranting PMR.
Sehingga ke depan anggota PMI tidak kekurangan kader.
Baik di SD, SMP, SMA ada semua,” katanya.
Sementara Kepala Markas PMI Kabupaten Demak, Ade Heriyanto selaku Ketua Panitia menjelaskan, materi dalam pelatihan meliputi kebijakan PMI, gerakan palang merah, managemen PMR, kepemimpinan, perawatan keluarga, pertolongan pertama dan sosialisasi jumpa gembira.
"Seperti merawat bayi, lansia di rumah, dan Sekolah siaga bencana, serta donor darah.
Selain itu lulus serifikat pembina PMR mendapat kelayakan untuk melatih, namun ada standar nilai kelulusan," terangnya.
Ia menambahkan karena alasan jumlah peserta yang cukup banyak, maka kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pembina-pmr-ivo.jpg)