Bupati Asip Lantik 11 anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Pekalongan Periode 2019-2024

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengajak kepada anggota dewan pendidikan Kabupaten Pekalongan untuk berikhtiar bersama untuk memajukan pendidikan

Bupati Asip Lantik 11 anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Pekalongan Periode 2019-2024
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat melantik 11 anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Pekalongan, di aula lantai 2 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Rabu (6/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengajak kepada anggota dewan pendidikan Kabupaten Pekalongan untuk berikhtiar bersama untuk memajukan pendidikan di Kota Santri.

Hal tersebut diungkapkan, usai melantik 11 anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Pekalongan periode 2019-2024 di aula lantai 2 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Rabu (6/11/2019) siang.

"Selamat bertugas, selamat menjalankan amanah dan selamat bergabung dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk bersama-sama berikhtiar memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Pekalongan."

"Yang paling utama kita akan menyisir dengan cara cepat dan tepat, untuk mengantisipasi agar sudah tidak ada lagi anak yang seharusnya sekolah tetapi tidak sekolah," kata Bupati Asip kepada Tribunjateng.com.

Bupati Asip mengungkapkan pihaknya juga akan melakukan upaya-upaya yang efektif, intensif, dalam menjaga agar disparitas atau kesenjangan wilayah berkaitan dengan dunia pendidikan antara daerah pegunungan dan daerah perkotaan tidak terjadi.

"Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan telah melakukan upaya-upaya yang serius. Sehingga kalau saya cek sekolah-sekolah yang ada di desa-desa atau di wilayah gunung mereka itu senantiasa merasa senang atau enjoy."

"Tidak hanya itu para gurunya pun sudah tidak mengeluh lagi karena seiring dengan perbaikan infrastruktur yang kita lakukan," ungkapnya.

Disamping itu, pihaknya juga sedang memikirkan bagaimana fasilitas pendidikan ini dibangun dan kita kontrol standar kualitasnya, agar tidak terjadi lagi kecelakaan yang diakibatkan karena abai terhadap fasilitas pendidikan.

"Ini juga menjadi prioritas kita. Tapi prinsip, bahwa pembangunan pendidikan di Kabupaten Pekalongan berjalan cukup baik, karena kita punya target yaitu mengejar IPM kita yang 68,9 menjadi 71."

"Insya Allah ini bisa kita lakukan dengan berbagai gerakan termasuk gerakan KUDU Sekolah, kemudian ada aplikasi RODO Kajen yaitu aplikasi yang mendeteksi tentang siapa yang tidak sekolah, mengapa dan dimana. Itu ada semua," ujarnya.

Dewan Pendidikan Kabupaten Pekalongan periode 2019-2024 berasal dari berbagai unsur yaitu organisasi sosial kemasyarakatan, pakar pendidikan, pengusaha, tokoh masyarakat, akademisi, penyelenggara pendidikan, dan praktisi pendidikan. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved