Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pedagang Pasar Johar Siap Tempati Bangunan Baru, Minta Diberi Pemahaman Terkait Cagar Budaya

Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memindahkan para pedagang Pasar Johar kembali ke pasar lama disambut baik oleh para pedagang yang saat ini

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muh radlis
tribunjateng/hermawan handaka
GROUNDBREAKING - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan pidatonya saat melakukan groundbreaking pembangunan Pasar Johar baru di kawasan Kauman Masjid Agung Semarang, Rabu (22/8). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memindahkan para pedagang Pasar Johar kembali ke pasar lama disambut baik oleh para pedagang yang saat ini masih menempati tempat relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa (PPJ) Pasar Johar, Muchlisan mengatakan, para pedagang sudah tak sabar ingin menempati bangunan baru yang beberapa tahun yang lalu terbakar.

"Komunikasi dengan Pemkot, 2020 rencananya bisa kembali.

Sekarang pembangunannya hampir selesai.

Mudah-mudahan terealisasi.

Kami sudah mulai mempersiapkan diri," kata Muchlisan, Kamis (7/11/2019).

Dia menyebutkan, ada 8.000 pedagang Pasar Johar yang berada di relokasi MAJT.

Dia berharap, Pemkot dapat mengakomodasi seluruh pedagang di bangunan baru Pasar Johar Herritage.

Penunggu Pasien di RSUD Kardinah Tegal Dapat Rp 50 Ribu per Hari, Ini Syarat dan Ketentuannya

PDAM Kabupaten Tegal Kekurangan Armada Tangki saat Musim Kemarau Panjang

4.017 Pelanggar Lalu Lintas Terjaring Selama Operasi Zebra Candi di Brebes

Penunggu Pasien di Tegal Akan Dapat Bantuan Sosial Rp 50 RIbu per Hari

Pembagian lapak sebisa mungkin juga mengedepankan asas keadilan.

Menurutnya, jika pemindahan tidak dilakukan serentak, akan muncul kecemburuan.

Pasalnya, mereka sama-sama menunggu dengan sabar bertahun-tahun di relokasi MAJT.

"Kalau nanti ada yang bisa masuk dan ada yang masih disana, saya pikir bisa menjadi kendala pedagang yang disana karena disana pasti sepi.

Saat ini saja kondisi tidak begitu ramai, apalagi kalau pedagangnya berkurang otomatis di relokasi akan semakin sepi," katanya.

Lanjut Muchlisan, pedagang belum memahami terkait penggunaan bangunan cagar budaya.

Namun, apapun aturannya, pihaknya akan berusaha mematuhi dan melaksanakannya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved