Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wali Kota Dedy Yon Minta TPAKD Pastikan 14 Pasar di Kota Tegal Bebas dari Rentenir

Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Tegal, menggelar rapat pleno evaluasi program 2019 di Ruang Rapat Setda Balai Kota, Senin

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
TPAKD Kota Tegal mengadakan rapat pleno membahas evaluasi program 2019 di Ruang Rapat Setda Balai Kota, Senin (11/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Tegal, menggelar rapat pleno evaluasi program 2019 di Ruang Rapat Setda Balai Kota, Senin (11/11/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Tegal berencana mentransformasi Badan Kredit Desa (BKD) menjadi Lembaga Keuangan Mikro (LKM).

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan, di Kota Tegal bari ada 10 BKD.

Menurutnya, TPAKD sedang berupaya membantu para pelaku UMKM.

"Tadi kesepakatan dengan OJK, di pasar- pasar agar tidak lagi pedagang yang mengambil modal di rentenir," katanya.

Dedy Yon menilai, pinjaman dengan suku bunga tinggi bisa menjerat para pelaku UMKM.

BREAKING NEWS: Susunan Ban di Lapangan Tembak Koramil Tembalang Terbakar

Ini Dia Wahyuni Pendaki Gunung Wanita Tertua di Indonesia, Ingin Taklukkan 7 Puncak Tertinggi

Kekeringan di Banjarnegara, Pemkab Tidak Punya Data Terbaru Jumlah Sumber Mata Air

BREAKING NEWS : Kecelakaan Pengendara Vario Tewas Tertabrak Pikap di Kaliwungu Kendal

Dari 3.315 pedagang yang ada di 14 pasar di Kota Tegal, mereka mendapat kemudahan untuk meminjam modal.

Menurutnya, sudah saatnya Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) menjemput.

Dedy Yon menyayangkan masih banyaknya masyarakat yang pinjam ke rentenir.

"Mereka pinjam ke rentenir karena menganggap prosesnya mudah dan tidak berbelit- belit.

Padahal di bank pun sekarang mudah dicairkan. Bahkan sehari bisa cair," ungkapnya.

Sementara Kepala OJK Cabang Tegal, Ludi Arliyanto mengadakan, hasil rapat tersebut menargetkan 14 pasar di Kota Tegal bebas rentenir.

Menurutnya, rapat tersebut juga menghasilkan kesepakatan yang mesti dilaksanakan BPR.

Ia mengatakan, misalkan operasional dan marketing harys ditingkatkan.

Lalu disepakati para BPR akan membuka stan supaya memudahkan masyarakat.

"Tadi ada saran juga supaya BPR meningkatkan jumlah pinjaman sebesar Rp 5 juta," jelasnya. (fba)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved