Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kekeringan di Banjarnegara, Pemkab Tidak Punya Data Terbaru Jumlah Sumber Mata Air

Dampak kekeringan di berbagai daerah meluas di banding tahun sebelumnya, termasuk di Kabupaten Banjarnegara.

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Lahan miring di pegunungan Serayu selatan Banjarnegara, Kecamatan Purwanegara minim tegakan pohon 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Dampak kekeringan di berbagai daerah meluas di banding tahun sebelumnya, termasuk di Kabupaten Banjarnegara.

Di kabupaten ini, kekeringan bahkan meluas hingga daerah pegunungan utara.

Padahal, di wilayah itu sebelumnya dikenal memiliki sumber mata air cukup melimpah meski kemarau.

Karenanya, selama ini, pelayanan bantuan air bersih banyak diarahkan ke penduduk di wilayah pegunungan Serayu selatan yang lebih rawan kekeringan.

Tetapi entah kenapa, sejumlah desa di wilayah utara Banjarnegara yang sebelumnya tak pernah kekeringan kini mulai meminta kiriman air bersih dari BPBD.

Hingga awal November ini, meski hujan beberapa kali turun, BPBD bahkan masih rutin mengirimkan bantuan air bersih karena banyak desa yang masih dilanda kekeringan.

Yang jelas, matinya banyak sumber mata air yang biasa dimanfaatkan warga mengakibatkan warga kekurangan air.

BREAKING NEWS : Kecelakaan Pengendara Vario Tewas Tertabrak Pikap di Kaliwungu Kendal

Emma Bidik Generasi Milenial Kembangkan Koperasi di Era 4.0

Hujan Mulai Turun, 104 Desa di Purbalingga Masih Alami Kekeringan

Pengadaan 697 Alat Fingerprint di Tegal Diduga Mark Up, Kejari : Dibeli Pakai dana BOS

Sayangnya, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara belum memiliki data terbaru mengenai kondisi sumber mata air yang tersebar di banyak desa.

Kepala BPBD Banjarnegara Arief Rahman mengatakan, sekitar tahun 1996, pihaknya di Setda Banjarnegara pernah mendesak agar dilakukan pendataan mata air di masing-masing desa.

Ia pun merasa saat ini penting bagi Pemkab untuk mendata ulang kondisi mata air di Kabupaten Banjarnegara.

Sehingga pemerintah memiliki data yang valid soal kondisi riil mata air di daerah itu sebagai landasan untuk menentukan program pengentasan kekeringan.

"Penting data ulang sumber mata air, setelah musim hujan nanti akan kelihatan. Nanti kita cek,"katanya

Musim penghujan jadi momentum tepat untuk menelusuri keberadaan sumber mata air.

Ia berharap, di sekitar mata air itu bisa ditanami tanaman yang mampu menyimpan cadangan air semisal Aren, Bambu dan Terembesi sebanyak mungkin.

Arief mengatakan, berkurangnya tegakan pohon menjadi pemicu kekeringan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved