OPINI Santi Pratiwi T Utami : Minimalkan Literacy Shaming
KETERAMPILAN menulis merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru profesional. Selain sebagai upaya Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Kendala-kendala tersebut belum teratasi dengan baik hingga kini. Hal tersebut diperparah pula dengan manajemen waktu kinerja guru yang belum baik. Sebagian besar dari mereka belum menyediakan waktu khusus untuk menulis. Selain itu, selama ini partisipasi aktif dalam mengikuti pelatihan menulis masih minim, walaupun berbagai aktivitas pelatihan dan pendampingan kepenulisan sering diadakan.
Untuk meminimalisasi literacy-shaming, beberapa alternatif solusi perlu diterapkan. Alternatif solusi tersebut antara lain mengasah daya stimulasi ide, pemantapan materi artikel ilmiah populer, dan menjalankan strategi publikasi artikel populer melalui media daring (online).
Pendampingan stimulasi ide perlu dilakukan karena sebenarnya ada berlimpah ide yang bisa dituliskan oleh guru, mulai dari berbagi (sharing) keilmuan, hingga sikap kritis atas kebijakan-kebijakan pendidikan. Adapun pemantapan materi penulisan artikel populer perlu diterapkan kembali untuk me-refresh pola penulisan artikel populer yang memiliki karakteristik berbeda dengan bentuk tulisan ilmiah lainnya.
Terakhir, strategi publikasi melalui media daring perlu dikuasai oleh para guru mengingat sangat terbukanya peluang publikasi melalui media tersebut. Media daring membuka ruang tanpa batas terhadap berbagai gagasan atau ide yang ingin disampaikan. Apalagi pada era digital saat ini, akses terhadap media-media daring sangat cepat dan mudah. (*)