MotoGP 2019 : Blak-blakan, Ini yang Bikin Valentino Rossi Tak Bisa Alami Kemajuan di Yamaha
Valentino Rossi belum menunjukkan performa apik di tahun 2019 meski juga tak terbilang buruk.
TRIBUNJATENG.COM - Valentino Rossi belum menunjukkan performa apik di tahun 2019 meski juga tak terbilang buruk.
MotoGP 2019 seakan menjadi penanda kemunduran yang sangat jelas dari seorang Valentino Rossi.
Walaupun beberapa kali masih bisa tampil bagus, tak dapat dimungkiri bahwa Rossi mulai kesulitan bersaing dengan rival-rivalnya yang lebih muda.
Tak hanya soal kemenangan, Rossi juga sudah lama tidak finis tiga besar.
Terakhir The Doctor melakukannya adalah pada balapan MotoGP Amerika tujuh bulan silam.
Banyak pihak telah mencoba menganalisis apa yang menjadi penyebab melorotnya pembalap asal Tavullia ini.
Faktor usia, persaingan yang ketat, hingga spesifikasi motor yang tidak lagi mendukung sempat disebut sebagai biang kerok.
• MotoGP 2019 : Valentino Rossi Tak Hadir Saat Konfrensi Pers Jorge Lorenzo Umumkan Pensiun, Kemana?
• MotoGP 2019 : Valentino Rossi Sebut Jorge Lorenzo Adalah Salah Satu Pembalap Terkuat
• Aneh, Warga yang Laporkan Kecelakaan Maut di Semarang ke Polisi Justru Diancam
• Kelahiran Anak Keduanya, Gibran : Wajahnya Agak Mirip-mirip Jan Ethes
Namun, sang pembalap ternyata memiliki jawaban sendiri terkait dengan hal ini.
Dilansir Bolasport.com dari GPOne, Rossi menyebut dua alasan utama yang menyebabkannya gagal bersinar dengan motor YZR-M1 andalannya.
"Musim ini adalah kompetisi yang berat buat saya.
Salah satu penyebabnya berhubungan dengan komponen elektronik yang digunakan di motor saya," tutur Rossi.
"Para teknisi kami dipaksa bekerja keras untuk memahami komponen baru ini.
Mereka seolah-olah harus belajar bahasa yang baru," imbuhnya.
Sekadar informasi, Yamaha sebelumnya memakai peranti elektronik (ECU) yang dikembangkan sendiri.
Namun standarisasi yang dilakukan MotoGP pada 2016 membuat pabrikan asal Iwata itu harus menggunakan ECU buatan Magneti Marelli seperti pabrikan lainnya.