Jelang Pilkada Semarang 2020, Sekretaris DPC PDIP Klaim Beberapa Parpol Siap Mendukung Petahana
Kadarlusman mengatakan, beberapa parpol yang memiliki kursi di parlemen DPRD sudah melakukan komunikasi dengan PDIP untuk turut mendukung petahana
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Suasana politik menjelang Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Semarang 2020 sudah mulai terasa.
Calon petahana masih dianggap kuat dalam kontestasi Pilwakot 2020.
Bahkan, Sekretaris DPC PDIP Kota Semarang, Kadarlusman mengatakan, beberapa partai politik (parpol) yang memiliki kursi di parlemen DPRD sudah melakukan komunikasi dengan PDIP untuk turut mendukung petahana.
"Partai-partai yang mendapatkan kursi di DPRD sudah komunikasi seperti Demokrat, Golkar, Gerindra, PKS, PAN," sebut Pilus, sapaan akrabnya, Senin (18/11/2019).
• DPPKAD Tidak Tahu Dana untuk 235 Tenaga PPL Pilkada Semarang Belum Cair
• Arifin Sudah Terdata Sebagai DPT Pilkada Semarang
Dari hasil komunikasi dengan partai-partai lain, lanjut Pilus, mereka tidak memaksakan membuka pendaftaran.
Mereka sudah mulai memperhitungkan langkah lima tahun ke depan.
Jika partai lain salah langkah pada Pilwakot 2020 nanti, maka akan berakibat pada penurunan suara lima tahun kedepannya.
Meski demikian, hingga saat ini Pilus masih menunggu rekomendasi dari DPP PDIP terkait calon dari PDIP yang hendak berkontestasi dalam Pilwakot Semarang 2020.
Sebelumnya, DPC PDIP Kota Semarang telah mengajukan rekomendasi calon petahana kepada DPP PDIP.
"Rekomendasi turunnya masih lama sekitar enam bukan lagi. Pendaftaran untuk jalur partai juga masih lama," katanya.
Sebelumnya, pada acara Jajak Pendapat Tokoh yang digelar oleh Partai Gerindra, Minggu (17/11/2019) lalu, Tokoh Hukum dan Pemerintahan Mahfud Ali mengatakan, memang belum muncul tokoh selain calon petahana dalam diskusi tersebut.
Menurutnya, jika dalam pesta demokrasi Pilwakot 2020 nanti terjadi calon tunggal, ada hal yang keliru dalam memaknai demokrasi.
Artinya, peran partai di Kota Semarang untuk mendidik kader belum berjalan sebagaimana mestinya.
"Partai hadir untuk mendidik kader-kader. Partai lahir untuk kepentingan rakyat. Kalau yang terjadi seperti yang kita saksikan, apa namanya partai? Kesimpulannya, Pilkada Kota Semarang selesai. Tidak ada tokoh lain yang muncul," ujarnya. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kadarlusman-1.jpg)