Yani Kebingungan Jenazah Bayinya Mendadak Hilang di RS, Ternyata Dibawa Pulang Ojek Online
Jenazah bayi yang tengah berada di kamar mayat Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang mendadak hilang pada Selasa (19/11/2019) siang.
TRIBUNJATENG.COM, PADANG – Yani mendadak bingung jenazah bayinya yang berusia enam bulan hilang.
Hilangnya bukan di rumah, melainkan di rumah sakit.
Jenazah bayi yang tengah berada di kamar mayat Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang mendadak hilang pada Selasa (19/11/2019) siang.
• BREAKING NEWS: Kecelakaan di KM 346 Tol Batang - Semarang, Innova Tabrak Tronton, 3 Meninggal
• Sukmawati: Saya Tahu Nabi Itu Derajatnya Sangat Tinggi, Saya Bukan Anak Kecil
• Sedan Tabrak Motor di Solo, Driver Ojol Ini Baru Sadar Penumpangnya Jatuh saat Menengok ke Belakang
• VIRAL Pernikahan Beda 50 Tahun, Bujangan Berumur 70 Tahun Nikahi Wanita 20 Tahun dengan Mahar 9,3 M
Mayat tersebut atas nama Ramadhan Khalif Putra yang berusia 6 bulan.
Mayat bayi tersebut hilang ketika orangtua mengurus surat administrasi kepulangan jenazah.
Yani, orangtua mayat bayi, terlihat bingung setelah mengetahui jenazah anaknya tak lagi berada di kamar mayat.
Hal tersebut membuat Yani bingung, karena ia tidak tahu soal kejadian tersebut.
“Kami tidak tahu, soalnya kami sedang mengurus surat-surat ini di lantai empat,” ujar Yani saat ditemui TribunPadang.com di RSUP M Djamil Padang.
Dia tidak tahu siapa yang membawa jenazah tersebut.
Sebelumnya sempat beredar di media sosial WhatsApp, screnshoot chat yang menyebutkan bahwa, keluarga tidak bisa membawa pulang jenazah bayi karena keluarga memiliki piutang kepada pihak rumah sakit.
“Innalillahi wainna ilaihi rojiun, telah berpulang adik/anak saudara kita dgn
Nama: Muhamad Khalif Putra
Umur: 6 bulan
Penyakit: kelenjer getah bening
DAN SEKARANG PIHAK KELUARGA tidak bisa membawa jenazah alm pylang untuk di kebumikan..karena pihak keluarga punya hitang biaya selama perawatan di rs m jamild sebesar 24 juta lebih,” tulis pesan yang tersebar.
Pesan tersebut beredar di sejumlah grup WhatsApp, termasuk grup WhatsApp wartawan.
Diduga, atas pesan tersebut sejumlah orang berinisiatif untuk membawa mayat bayi untuk keluar dari rumah sakit.
Namun, Yani sebagai orangtua mayat bayi mengaku telah selesai mengurus surat kepulangan jenazah.
Pihak rumah sakit, kata dia, tidak keberatan untuk membawa jenazah bayi pulang, meski pihaknya berutang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/yani-tengah-orangtua-yang-mengaku-mayat-bayinya-hilang.jpg)